SuaraPemerintah.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan untuk penanganan korban bencana gempa di Sulawesi Barat (Sulbar). Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp4 miliar sebagai bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa bumi di Sulbar.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di lapangan dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (16/1/2021) Doni menjelaskan bantuan sebesar Rp4 miliar tersebut terdiri dari Rp2 miliar untuk provinsi Sulawesi Barat, dan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.
Kepala BNPB juga meninjau lokasi terdampak gempa di Kecamatan Malunda dan Ulumanda, Kabupaten Majene. Turut mendampingi dalam penerbangan helikopter sekitar 17 menit dari Mamuju ke Majene yakni Deputy Darurat BNPB Dody Ruswandi dan Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah.
Gempa Sulawesi Barat terjadi dua hari yakni pada 14 Januari hingga 15 Januari 2021.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki magnitudo 6,2 dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial (dinsos) Sulawesi Barat (Sulbar) membangun tiga posko dapur umum bagi korban gempa. Bantuan logistik dan segala kebutuhan tanggap darurat juga sudah tiba di lokasi.
“Posko ada di tiga titik di Stadion Manakarra, di Kantor Gubernur, dan Majene,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos M Syafii Nasution, Sabtu, 16 Januari 2021.
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan Rp 1,7 miliar bagi korban gempa di Sulawesi Barat. Bantuan dikirim dengan pesawat Hercules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (15/1).
“Bantuan dari Kemensos ada dari gudang kami di Bekasi. Kami juga bawa logistik dengan membawa tenda gulung,” papar Syafii.
Safii menjelaskan bantuan tersebut terdiri atas bantuan logistik tanggap darurat pusat senilai Rp 979.819.710, bantuan logistik gudang regional timur senilai Rp 621.911.700, dan santunan ahli waris bagi delapan korban yang telah teridentifikasi sebesar Rp 120 juta untuk masing-masing ahli waris senilai Rp 15 juta. Selanjutnya seluruh ahli waris korban bencana meninggal dunia akan diberi santunan dengan nilai yang sama.
“Bantuan ini diwujudkan makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna, dan keperluan lainnya,” jelas Safii Nasution di Sulbar dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (16/1/2021).
Bantuan yang diserahkan Kemensos antara lain makanan siap saji 2.500 paket, makanan anak 1.200 paket, tenda gulung 500 lembar, matras 1.000 lembar, selimut 700 lembar, peralatan dapur 200 paket, tenda serbaguna 10 unit, kids wear 500 paket, velbed 40 unit, kasur 370 buah, sandang 30 paket, perlengkapan Tagana 20 paket.
Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan sebanyak 50 personel dan Sulawesi Tengah sebanyak 19 personel untuk membantu Tagana setempat untuk membuka dapur umum dan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP).


.webp)













