Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemprov Jatim Optimalkan Fungsi Kios Pintar Dukung PJJ

SuaraPemerintah.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan, akan mengoptimalkan fungsi Kios Pintar yang tersebar di pedesaan. Optimalisasi oleh Pemrov jatim ini akan mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang pelaksanaanya masih berlanjut.

Diketahui peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan membuat Pemprov Jatim belum berani menerapkan pembelajaran tatap muka dan memilih mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh.

- Advertisement -

Emil menyatakan, Pemprov Jatim telah menggelar rapat koordinasi secara virtual bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang salah satu pembahasannya terkait metode pembelajaran memasuki 2021.

“Untuk pendidikan, ada arahan dari Ibu Gubernur untuk memastikan di awal tahun baru persiapan semester yang akan kembali dilaksanakan, bagaimana kita tetap mengacu protokol kesehatan,” ujarnya di Surabaya, Rabu (6/1).

- Advertisement -

Emil kemudian menyampaikan hasil konsultasi dengan praktisi pendidikan, termasuk di antaranya dengan PGRI.

Pembahasannya tentang bagaimana menjadikan pembelajaran jarak jauh secara daring bisa dilakukan lebih efisien, baik untuk tenaga pendidik maupun untuk siswa.

Emil menyampaikan hasil konsultasi dengan praktisi pendidikan. Termasuk di antaranya PGRI. Yakni tentang bagaimana menjadikan PJJ lebih efisien baik untuk tenaga pendidik maupun untuk siswa.

“Hasil konsultasi dengan PGRI, kami sarankan kepada guru jangan memakai sesi video konferens untuk menyampaikan materi. Materi lebih baik direkam, disiapkan misalnya untuk dua-tiga minggu,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu akan membuat kuota data internet baik guru maupun siswa lebih efisien. Karena kuota data internet bisa dimaksimalkan untuk kegiatan diskusi pendalaman materi.

Emil sendiri mengakui, PTM seperti yang direncanakan oleh pemerintah pusat saat ini belum memungkinkan dilaksanakan di Jawa Timur. “Karena kasusnya naik, kan. Jadi bagaimana mengefektifkan jarak jauh.”

Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sudah terjun ke berbagai daerah, terutama di pedesaan untuk mengenalkan konsep Kios Pintar kepada pelajar dan guru.

Kios pintar seperti ATM untuk mengunduh materi pembelajaran tapi lokasinya berbasis desa berbasis sekolah. Sehingga masyarakat di desa mudah mengakses itu, tidak terbatas jaringan,” kata Emil.

Dia mengakui, Kios Pintar belum bisa merata ke setiap desa yang ada di Jawa Timur. Tapi dia memastikan, fasilitas itu sudah ada di sejumlah desa yang memang jaringannya sulit.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru