SuaraPemerintah.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengupayakan adanya pengadaan mesin plasma konvalesen di Indonesia. Pasalnya saat ini jumlah mesin plasma masih sangat terbatas.
“Kebutuhan plasma konvalesen sangat tinggi, namun ketersediaan mesin masih sangat terbatas dan belum merata. Sebagian besar mesin ada di DKI Jakarta dan Surabaya. DKI Jakarta ada 16 mesin, sedangkan Surabaya empat mesin,” katanya di Surabaya, Selasa (16/2).
Dia mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah bertemu membahas pendanaan terkait pengadaan mesin tersebut.
“Peralatannya memang masih langka, tak hanya di Indonesia, tapi di dunia. Dunia sudah sadar bahwa ini (plasma konvalesen) menjadi faktor pembeda untuk penyembuhan, apalagi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sudah merekomendasi, jadi banyak yang mencari alat ini. Kami sedang mengupayakan,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.
Menurutnya, plasma konvalesen sangat efektif dalam terapi penyembuhan pasien Covid-19, bahkan untuk pasien mengalami gejala ringan Covid-19, kesembuhannya mencapai 100 persen. Sementara untuk pasien dengan gejala berat, tingkat kesembuhan ketika terapi dengan plasma konvalesen mencapai 86 persen.
“Jangan menunggu pasien diberi plasma setelah kritis. Tapi dalam keadaan sedang segera beri plasma,” ungkapnya.
Muhadjir bersyukur saat ini pendonor plasma konvalesen sangat tinggi, sehingga yang antre mendapatkan plasma tersebut semakin turun. Meski begitu, dia memaparkan ada beberapa kesulitan yang ditemui, yakni masalah golongan darah.
“Saya mengingatkan untuk penyintas Covid-19 harap mendonorkan plasma konvalesen. Ingat kalau mereka yang penyintas ini selamat, sekarang saatnya amal bersedekah, plasmanya untuk mereka yang sedang sakit,” tutunya.


.webp)













