Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

PPKM Mikro Jawa-Bali Tunjukkan Hasil Positif Penanganan Covid-19

SuaraPemerintah.id – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengikuti Rapat Sosialisasi PPKM Mikro pada Selasa (23/02) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta secara daring.

Wagub DIY yang didampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana melakukan koordinasi dengan Kemendagri yang menyatakan bahwa penerapan PPKM Mikro di Jawa-Bali terbukti telah menunjukkan hasil yang baik.

- Advertisement -

“Pada PPKM Mikro yang telah dilaksanakan di Jawa-Bali hasilnya cukup bagus. Hasil ini bisa menjadi referensi bagi daerah-daerah lain di luar Jawa-Bali,” ungkap Tri Saktiyana.

Berdasarkan data Kemendagri, pelaksanaan PPKM telah berhasil mengurangi laju penambahan kasus aktif pada level nasional. Selama 5 pekan berjalannya PPKM kurva kasus aktif Covid-19 mulai menunjukkan penurunan.

- Advertisement -

Kasus yang terkonfirmasi di Yogyakarta masih mengalami kenaikan, akan tetapi angka kesembuhan juga mengalami peningkatan. Sehingga dengan berlakunya PPKM Mikro tersebut telah terbukti membawa dampak yang cukup positif bagi pengurangan penyebaran covid-19.

PPKM Mikro yang menekankan pada pembatasan di tingkat desa/kelurahan utamanya memanfaatkan posko di desa-desa untuk membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Langkah-langkah yang dilakukan selama masa PPKM Mikro antara lain pencegahan dengan sosialisasi secara mikro; penanganan dengan mengontrol penggunaan masker dengan baik dan benar serta memperkuat tracking dan tracing; pembinaan dengan pembatasan aktivitas sosial serta persuasi pembatasan kerumunan; dan dukungan penanganan Covid-19 dengan memperkuat 3T (tracking, tracing, treatment).

Dalam pelaksanaannya, PPKM Mikro dijalankan dengan pendekatan 5S1T (Strategi, Struktur, Sistem, Skill, Speed, Target).

Strateginya adalah mengedepankan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 melalui pembinaan masyarakat. Sedangkan Struktur yaitu posko yang dipimpin oleh kades/lurah yang dibantu oleh aparat, mitra desa, dan masyarakat setempat.

Sistem yang digunakan yaitu pendekatan melalui komunitas dan gotong royong.

Skill yang diperlukan yaitu kepemimpinan kolaboratif lintas sektor dan lembaga. Speed dilaksanakan secara tanggap dan cepat dengan Target yang sehat tetap sehat, sedangkan yang sakit segera disembuhkan agar sehat.

Wiku Adisasmito, jubir Satgas Penanganan Covid-19, menyatakan, “Harapannya adalah dengan adanya posko ini kita bisa mengendalikan keadaan agar menjadi lebih baik, khususnya untuk daerah-daerah sentral yang angka Covid-nya tinggi.”

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru