Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Hasilkan Lulusan Kompeten, Mendikbud Siapkan 895 SMK Pusat Keunggulan

SuaraPemerintah.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyiapkan 895 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari program SMK Pusat Keunggulan.

Program tersebut bertujuan menghasilkan lulusan SMK yang kompeten sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja.

- Advertisement -

“SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Nadiem saat peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-8 “SMK Pusat Keunggulan”, Rabu (17/3/2021).

Mendikbud mengatakan SMK Pusat Keunggulan mempunyai tiga tujuan yaitu langsung terserap di dunia kerja atau industri, melanjutkan studi ke politeknik atau universitas, dan menciptakan lapangan pekerjaan atau menjadikan dirinya sendiri sebagai peluang usaha.

- Advertisement -

Sekolah yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi rujukan dan mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya.

Mendikbud menjelaskan SMK Pusat Keunggulan memprioritaskan 7 prioritas keunggulan yaitu ekonomi kreatif, permesinan dan konstruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri.

Menurutnya, 7 sektor tersebut akan selalu dibutuhkan di Indonesia selama 30-40 tahun ke depan

“Ini sektor-sektor yang tidak bisa digantikan dengan artificial intelligence tentu dengan infinite demand (permintaan tidak terbatas) dan mendukung pengembangan strategi ekonomi. Istilahnya, ini sektor-sektor yang tidak akan habis pekerjaannya,” kata Mendikbud.

Menurut Mendikbud, upaya mewujudkan keselarasan antara SMK dan dunia kerja dapat ditempuh melalui pemenuhan delapan aspek link and match.

Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills, dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis project riil dari dunia kerja (project based learning) untuk memastikan hardskillssoftskills, dan karakter yang kuat.

Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja, yaitu sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian.

Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester.

Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin. Ketujuh, dilakukannya riset terapan yang mendukung teaching factory berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri.

Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja.

Kemudian, Kemendikbud juga mendorong agar kolaborasi dengan dunia kerja dapat semakin ditingkatkan, di antaranya melalui kemungkinan kerja sama beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, dan lainnya.

“Untuk mencapai visi tersebut, keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja tidak hanya diwujudkan melalui MoU saja, tetapi harus berlangsung secara mendalam dan menyeluruh,” kata Mendikbud Nadiem.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru