Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kementan dan BNI Berkolaborasi Bangun Ekosistem Smart Farming

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kolaborasi dengan PT BNI dalam menghadirkan program Milenial Smartfarming. Program ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada para petani Indonesia.

Selain itu, melalui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, juga menuturkan program ini sangat penting karena memiliki tujuan yang mulia yakni dapat meregenerasi petani.

- Advertisement -

Hal itu disampaikan Syahrul saat menghadiri Program Milenial Smartfarming kerja sama PT BNI dengan Kementerian Pertanian, di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/3).

“Siapa lagi yang akan membantu negara ini kalau bukan kita-kita semua. Saat ini yang penting dan mendesak adalah kebersamaan,” kata Syahrul dalam Siaran Pers, Rabu (10/3).

- Advertisement -

Menurutnya, momen hari ini merupakan wujud komitmen bersama antara pemerintah melalui Kementan, BUMN, swasta dalam membangun ekosistem smart farming.

Sinergi ini adalah bentuk nyata merealisasikan arahan dan visi Presiden Joko Widodo untuk mengakselerasi upaya peningkatan kualitas SDM pertanian berbasis teknologi.

Selain menghadiri penandatanganan kerja sama, Syahrul bersama Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Barat, Beni Ahmad Bachtiar, Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara, Muchidin, Direktur Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto, melakukan panen jagung pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi bersama petani milenial.

Direktur Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto mengatakan, bahwa membangun pertanian membutuhkan upaya yang luar biasa. Menurutnya, program intensifikasi dan ekstenfikasi perlu didukung dengan pola pembangunan yang sesuai dengan era sekarang, yaitu smartfarming.

“Disruption bukan hanya di teknologi tapi juga pada cara-cara lama. Cara lama mengelola pertanian mungkin bisa dikembangkan dengan smartfarming ini. Membaca cuaca, kapan pemupukan, bisa dideteksi dengan teknologi,” ujar Apik.

Sementara itu, perwakilan petani milenial penerima KUR yang menggunakan aplikasi Agree dan alat sensor ritx, Andi, mengatakan bahwa ia dan kawan sesama petani milenial sangat terbantu sebagai petani jagung.

“Aplikasi ini memperrmudah memantau lahan dimana dan kapanpun. Mulai dari kondisi lahan. Alat sensor dapat mengendalaikan lahan jagung mulai penyiapan lahan pemupukan dan lain sebagainya yang sudah diinstal di handphone,” ujar Andi.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru