Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Menristek Sebut Pengembangan Vaksin Merah Putih Diarahkan Semua Umur

SuaraPemerintah.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan vaksin Merah Putih diarahkan untuk bisa diberikan sebagai vaksin COVID-19 kepada berbagai kelompok umur penduduk Indonesia. Untuk memastikan efikasi dan keamanan vaksin Merah Putih bagi para pengguna nantinya, harus dipantau proses dan hasil uji klinis vaksin tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Bambang di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. Pada saat ini, vaksin COVID-19 yang ada belum bisa diberikan untuk anak atau remaja usia kurang dari 18 tahun. Padahal, kelompok umur tersebut juga merupakan penduduk Indonesia yang rentan COVID-19 dan harus dilindungi dari penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2

- Advertisement -

“Pasti ke arah sana, tentunya harus dipantau uji klinisnya,” katanya.

Selain itu, vaksin COVID-19 yang ada juga bisa diberikan kepada orang lanjut usia (lansia) dengan kondisi tertentu, sehingga tidak semua lansia bisa mendapatkan vaksin itu.

- Advertisement -

Bambang menuturkan untuk memastikan efikasi dan keamanan vaksin Merah Putih bagi para pengguna nantinya, harus dipantau proses dan hasil uji klinis vaksin tersebut. Keamanan vaksin yang diharapkan adalah yang maksimal dan sudah terbukti di uji klinis.

Vaksin Merah Putih merupakan upaya untuk mendorong kemandirian bangsa Indonesia terhadap vaksin dimana ketersediaan vaksin COVID-19 di dunia atau di pasar internasional saat ini masih terbatas

Sementara menururt ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan seluruh masyarakat Indonesia di berbagai umur rentan terhadap infeksi COVID-19, sehingga diharapkan vaksinasi ke depan bisa diberikan kepada semua warga.

Yunis menuturkan masih ada masyarakat Indonesia di bawah usia 18 tahun belum disuntik vaksin COVID-19, yakni puluhan juta jiwa.

Dia berharap vaksin Merah Putih dapat menjadi terobosan untuk bisa menjadi vaksin yang dapat merangsang timbulnya kekebalan tubuh terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 bagi anak-anak usia di bawah 18 tahun.

“Belum ada vaksin yang diberikan untuk masyarakat itu (di bawah usia 18 tahun). Jadi kita menunggu vaksin Merah Putih,” ujar Yunis.

Sementara Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada akhir Maret 2021 akan menyerahkan bibit vaksin Merah Putih ke PT Bio Farma selaku mitra yang akan menguji serta memproduksi vaksin COVID-19 tersebut.

Batch pertama bibit vaksin akan diserahkan akhir Maret 2021,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio di Jakarta, Senin.

Lembaga Eijkman menyatakan bahwa pengembangan bibit vaksin Merah Putih berjalan sesuai rencana dan bibit vaksin bisa diserahkan kepada PT Bio Farma sesuai jadwal yang direncanakan.(red/pen)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru