Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Menteri KLHK Tawarkan Kerja Sama Kepada Dubes Belanda Adaptasi Perubahan Iklim

SuaraPemerintah.id – Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya menawarkan kerja sama kepada Duta Besar Belanda perihal adaptasi perubahan iklim yang disampaikan dalam acara Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER). Indonesia bisa menjadi contoh baik untuk Belanda maupun warga dunia lain dalam upayanya mengatasi perubahan iklim.

Hal ini diungkapkan oleh Siti Nurbaya di Jakarta, Kamis, 11 Maret 202. Pihaknya mengatakan bahwa Indonesia telah banyak bergerak dan dapat dijadikan contoh baik oleh Belanda maupun warga dunia lain dalam upayanya mengatasi perubahan iklim.

- Advertisement -

“Indonesia memiliki contoh-contoh konkret dalam upaya mencapai ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan mata pencaharian, serta ketahanan ekosistem dan lanskap,” katanya.

Program WINNER yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Belanda di Jakarta ini merefleksikan sejarah panjang kolaborasi dalam kerja sama penelitian dan pendidikan. Pemerintah Indonesia melalui (KLHK) menawarkan kerja sama kepada Belanda perihal adaptasi perubahan iklim yang disampaikan dalam acara WINNER ini.

- Advertisement -

Program ini diinisiasi bersama-sama oleh Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Nuffic Neso, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dewan Riset Belanda (NWO), dan Akademi Seni dan Sains Kerajaan Belanda (KNAW).

Siti menjelaskan pada ketahanan ekonomi, Indonesia menitikberatkan pada praktik pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Ia mencontohkan pengembangan kawasan pangan berkelanjutan (food estate) sebagai salah satu upaya mengantisipasi risiko krisis pangan.

“Menerapkan ekonomi sirkuler (circular economy) dengan memanfaatkan limbah untuk bahan baku industri dan baru-baru ini mulai mengurangi penggunaan batu bara sebagai tenaga listrik,” katanya.

Di bidang ketahanan sosial, Indonesia secara sistemik tengah meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam melalui sistem peringatan dini, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum.

Sementara dalam hal ketahanan ekosistem dan lanskap, Indonesia fokus pada upaya pembenahan pengelolaan daerah aliran sungau (DAS) dan ekosistem laut yang terintegrasi, akselerasi perhutanan sosial, dan mengembangkan kota dan desa yang ramah iklim.

Pada tahun 2020, Indonesia telah menanam 15 ribu hektare mangrove dan akan ditingkatkan menjadi 600 ribu hektare.

Maka dari itu, Siti mengajak semua pihak, termasuk Belanda dan para alumni Belanda asal Indonesia untuk bekerja sama meneguhkan komitmen dalam melakukan aksi kolektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan berinovasi untuk upaya adaptasi perubahan iklim Indonesia dan dunia menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

Program WINNER yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Belanda di Jakarta ini merefleksikan sejarah panjang kolaborasi dalam kerja sama penelitian dan pendidikan.(red/pen)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru