Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Resmikan Bandara Kuabang, Jokowi Perintahkan Menhub Buka Dua Jadwal Penerbangan

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mengupayakan minimal dua jadwal penerbangan dalam sepekan ke Bandara Kuabang, Halmahera Utara, Maluku Utara.
Hal ini ditegaskan Jokowi saat meresmikan Terminal Penumpang Bandara Kuabang di Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu, 24 Maret 2021.

“Pagi hari ini saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen untuk di aiport Kuabang ini paling tidak secepatnya diusahakan minimal seminggu dua kali flight menuju ke sini, sehingga nanti kalau keadaan normal ‘bukanya’ tidak terlalu kencang. Sudah ada tahapan dua kali seminggu kemudian baru naik lagi ke keadaan normal tiga kali sehari,” katanya.

- Advertisement -

Menurut Jokowi, saat ini dikarenakan kondisi pandemi COVID-19, tidak ada jadwal penerbangan reguler ke Bandara Kuabang, melainkan hanya untuk penerbangan pesawat carter (sewa). Padahal sebelum pandemi, Bandara Kuabang bisa melayani dua penerbangan komersil.

Perlu diketahui Bandara Kuabang dibangun dengan biaya investasi Rp300 miliar. Bandara ini memiliki lintasan (runaway) dengan panjang 2.400 meter, dan diharapkan menjadi infrastruktur konektivitas udara yang dapat meningkatkan pariwisata dan kegiatan ekonomi lainnya di Maluku Utara.

- Advertisement -

Pokowi mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berhubungan dengan pembangunan secara fisik melainkan juga membangun daya saing serta memberikan keadilan bagi masyarakat. Pembangunan infrastruktur, salah satunya Terminal Bandar Udara Kuabang juga merupakan wujud dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Banyak yang saya dengar, ‘pak jalannya yang dibangun jangan hanya yang di Jawa saja. Aiport-nya, bandar udaranya yang dibangun yang di Jawa dan Sumatera saja. Kami di bagian timur juga memiliki hak yang sama untuk memiliki aiport dan jalan yang baik’,” ujar orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Kepala Negara menekankan permintaan tersebut adalah permintaan yang benar. Oleh karena itu, pembangunan Terminal Bandar Udara Kuabang juga untuk sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Membangun infrastruktur tidak melulu fisik, tidak. Tapi kita membangun sebuah kompetisi, membangun sebuah competitiveness, daya saing dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Jokowi juga menekankan pembangunan infrastruktur, seperti Bandara Kuabang, ini akan turut membangun sebuah peradaban baru bagi masyarakat sekitar.

“Sekarang ada bandara artinya apa? Kita disiplin harus tepat waktu karena datang ke bandara untuk terbang ke kota lain, dan waktunya, jamnya sudah ditentukan kalau tidak akan ditinggal pesawat. Itu juga membangun kedisplinan baru, membangun peradaban,” tutur Jokowi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur akan meningkatkan daya saing agar perekonomian suatu daerah dapat berkompetisi dengan daerah lain, dan juga akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (red/pen)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru