SuaraPemerintah.id – Untuk mempercepat target dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menambah anggaran Rp 3,8 triliun untuk program padat karya.
“Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah dan perekonomian nasional, Ditjen SDA menyiapkan Rp 7,15 triliun untuk melaksanakan program padat karya,” kata Direktur Jenderal SDA Jarot Widyoko, Kamis (1/4/2021).
Jarot menegaskan Ditjen SDA tidak memangkas anggaran padat karya tetapi justru menambah anggaran sebesar Rp 3,8 triliun yang terdiri dari padat karya tunai Rp 1,55 triliun dan kontraktual Rp 2,25 triliun.
Ia melaporkan bahwa anggaran program padat karya Ditjen SDA awalnya Rp 3,35 triliun. Kemudian ditambah Rp 3,8 triliun sehingga total menjadi Rp 7,15 triliun. Untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) misalnya, Jarot juga menambah 2000 titik dan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) sekitar 280 titik.
Dari anggaran Rp 7,15 triliun tersebut, secara total pelaksanaan P3TGAI akan tersebar di 12.000 titik dan ABSAH di 553 titik. Sementara pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan (OP) infrastruktur SDA dengan pola padat karya termasuk pelaksanaan Tugas Pembantuan Operasi dan Pemeliharaan (TPOP) akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) provinsi.
“Itu semua kita minta menjadi swa kelola. Lalu ada juga pelaksanaan sebagian item paket kontraktual yang dikerjakan dengan skema padat karya,” ujarnya.
Bahkan, semua paket pekerjaan yang sudah terkontrak multiyears contract (MYC) juga akan Jarot minta agar dalam dua sampai tiga bulan dikerjakan dengan sistem swakelola. Termasuk meminta dukungan kepada kepala desa supaya dibuka pendaftaran.
“Kontrak-kontrak MYC akan kami inventarisasi sehingga hal ini diharapkan dapat mengungkit perekonomian masyarakat di tempat di mana titik kegiatan itu berada,” ucapnya.
Hingga 1 April, Jarot melaporkan progres keuangan padat karya Ditjen SDA mencapai 8,7% dan sebaran titik lokasinya 9,70% dengan jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan sebanyak 117.156 orang.
“Senin (29/3/2021) kemarin, kami minta langsung kepada teman-teman (di padat karya) untuk bisa mengambil uang. Dari sosialisasi itu sudah tertarik hampir Rp 54,21 miliar dari total anggaran untuk P3TGAI sekitar Rp 2,7 triliun,” paparnya.
Jadi, kata Jarot, Ditjen SDA sudah bergerak cepat dalam melaksanakan program padat karya ini dan sebelum lebaran ditargetkan dapat tercapai 40%. Target tersebut didorong karena sistem mekanisme P3TGAI sudah disosialisasikan di setiap lokasi.
Untuk mendukung PEN, Menpupera Basuki Hadimuljono juga telah mengusulkan untuk menambah anggaran sebesar Rp 2,5 triliun di mana Rp 600 miliar digunakan untuk perbaikan tanggul, normalisasi, dan pemelliharaan sungai yang sampai saat ini masih dalam proses.
Jarot mengaku, selama ini sering mendengar banyak pengaduan dan informasi yang menyatakan program P3TGAI dilaksanakan dengan penunjukkan langsung kepada kontraktor. Padahal, P3TGAI merupakan pekerjaan yang dilaksanakan dengan sistem swakelola yang tahapan alokasi dananya sudah tersedia.
“Jadi, kami sampaikan kepada seluruh kepala balai untuk mengumumkan kegiatan P3TGAI bukan penunjukkaan lansung kepada mitra kerja tetapi pekerjaan swakelola,” jelas Jarot.
Hal ini dimaksudkan sebagai upaya preventif karena semakin maraknya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


.webp)










