SuaraPemerintah.id – Kementerian Sosial (Kemsos) membentuk kampung siaga bencana (KSB) sebagai kesiapan dan mitigasi untuk menghadapi bencana. Masyarakat di dua desa di Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, diberikan pembekalan dan materi kebencanaan serta simulasi jika terjadi bencana.
Desa Panaragan dan Desa Udik dipilih jadi KSB, karena sering terjadi bencana angin puting beliung dan banjir akibat meluapnya Sungai Way Kanan dan Way Kiri.
Pembentukan dua KSB diresmikan Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad didampingi Kasubdit Kesiapsiagaan Mitigasi, Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Iyan Kusmadiana, yang menyerahkan bantuan logistik senilai Rp 106 juta untuk mengisi dua lumbung KSB di masing-masing desa Rp 53 juta rupiah.
“Kemampuan teknis seperti ini tak sekadar diketahui oleh para relawan yang sudah tergabung, tetapi masyarakat harus lebih banyak lagi,” harap Umar Ahmad, pada keterangannya Kamis (26/5/2021).
Ke depan, bukan hanya di dua titik kawasan tersebut tapi semua wilayah harus menjadi kawasan siaga bencana.
Antusiasme mengikuti pelatihan berbasis masyarakat ditunjukkan warga Tubaba, mulai dari pemetaan wilayah, penyiapan skema evakuasi, pertolongan pertama, hingga pendirian posko pengungsian.
Untuk mitigasi bencana seperti ini baru pertama kali warga rasakan, sehingga mereka berharap ketika bencana banjir terjadi bisa menyiapkan sebaik mungkin.
“Kami minta dibimbing apalagi perlu tiga penunjang seperti dapur umum, tenda tenda, dan pelampung karena banyak yang tidak bisa berenang jangan sampai mau menolong tetapi relawannya tenggelam,” ujar Antoni, relawan KSB.
Dibentuknya dua KSB menambah jumlah di seluruh Indonesia menjadi 782 agar menjadi bekal bagi masyarakat, sekaligus meminimalisasi bencana banjir dan angin puting beliung yang datang tiba-tiba.


.webp)













