Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemprov DKI Siapkan 3 Langkah Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Masa Arus Balik

SuaraPemerintah.id – Pada masa arus balik mudik Lebaran 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Upaya antisipasi itu dilakukan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan sejumlah pihak, salah satunya dengan aparat kepolisian.

- Advertisement -

Berikut sejumlah langkah antisipasi yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta pada masa arus balik mudik Lebaraan 2021 :

1. Siapkan 12 Pos Pemeriksaan Surat Bebas Covid-19

- Advertisement -

 

Jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan 12 pos pemeriksaan saat arus balik Lebaran 2021. Pos pemeriksaan digunakan untuk mengecek persyaratan yang dibawa pemudik maupun pengendara lain untuk kembali ke Jakarta.

 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menerangkan, salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi pengendara yang ingin kembali ke Jakarta adalah mengantongi surat bebas Covid-19.

Sambodo mengaku telah duduk bersama dengan seluruh Kasatlantas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan beberapa instansi terkait. Kesimpulanya, akan didirikan 12 pos untuk melakukan pemeriksaan dokumen saat arus balik menuju ibu kota.

Sambodo merinci 12 pos pengamanan antara lain didirikan di Parking Bay kilometer 34 Cibatu Tol Cikampek arah Jakarta, Terminal Pulo Gebang, dan Terminal Kalideres.

Selanjutnya, Polres Metro Tangerang Kota juga mendirikan pos pemeriksaan di Jatiuwung, cek poin Kebon Nanas, KTR Dishub Batu Ceper.

Berikutnya, pos pemeriksaan yang dibangun oleh Polres Metro Kabupaten Bekasi di PT NCS Logistik, Jalan Raya Rengas, Lemahabang. Lalu Polres Metro Depok membuat pos pemeriksaan di Jalan Raya Parung Ciputat Bojong Sari, Jalan Raya Bogor (SPBU Cilangkap).

Sementara itu, Polres Metro Bekasi Kota mendirikan pos pemeriksaan di Pos Sasak Jarang, Pos Tomyang. Terakhir, Polres Tangsel mendirikan pos pemeriksaan di Jalan Gatot Subroto Bitung.

Sambodo mengaku telah mengantisipasi seandainya pemeriksaan menimbulkan kepadatan arus kendaraan. Salah satunya dengan metode acak.

“Pemeriksaan ini kan random sampling untuk menghindari terjadinya kepadatan arus lalu lintas,” jelas dia.

2. Maksimalkan Penggunaan 14 Bus Sekolah

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyediakan 14 bus sekolah untuk alat transportasi warga yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) saat masuk ke Jakarta di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, bus sekolah tersebut digunakan untuk mobilisasi masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19 saat melakukan tes swab antigen.

“14 unit yang dikerahkan dalam membantu Pemprov DKI Jakarta dalam mobilisasi transportasi bagi pelanggar SIKM dan yang terindikasi terpapar Covid untuk dibawa ke rumah sakit rujukan,” ucap Kepala UP Angkutan Sekolah Ali Murthadho, Minggu (16/5/2021).

Menurut dia, bus sekolah tersebut rencananya ditempatkan di sejumlah titik. Yakni di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, sebanyak 2 unit, di rest area KM 34 Tol Cikampek arah Jakarta.

“Armada-armada tersebut siaga di sejumlah penyekatan, termasuk ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dan terminal terminal bus antar kota bagi warga yang terbukti tidak memiliki SIKM dan atau terkonfirmasi reaktif Covid-19,” tutup Ali.

3. Minta Warga DKI Lapor RT dan RW saat Pulang Mudik

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Budi Awaludin mengimbau agar masyarakat yang pulang dari kampung usai mudik Lebaran dapat melaporkan diri ke RT ataupun RW setempat.

Menurut dia, laporan ini untuk data pemeriksaan atau screening guna mencegah adanya kasus Covid-19 atau bebas dari virus Corona.

“Nanti RT akan menscreening dan mengecek data-datanya dan memasukkan ke aplikasi. Kalau memang ada tindakan lanjut hasil swabnya reaktif atau ada gejala sakit, itu nanti kita tindaklanjuti,” kata Budi saat dihubungi, Minggu (16/5/2021).

Dia menjelaskan, hasil pemeriksaaan akan dilaporkan melaui website datawarga-dukcapil.jakarta.go.id. Selain itu, hasil pemeriksaan tes Covid-19 digunakan untuk memberikan rasa kenyamanan bagi warga yang tidak melakukan mudik.

“Kita akan meminta mereka melakukan swab antigen atau PCR, bisa secara mandiri, untuk lebih menenangkan masyarakat sekitarnya atau bisa kita bantu juga nanti dengan mereka ke Puskesmas terdekat,” jelas Budi.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru