SuaraPemerintah.id – Dalam dunia kepemimpinan, kita hanya diberikan dua pilihan, dipimpin atau memimpin, sesuai kapabilitas, kualitas dan kekuatan yang dimiliki. Untuk menjadi pemimpin, seseorang harus mengawalinya dengan kesiapan untuk mau dipimpin.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat memberikan ceramah pembekalan kepada 91 Calon Perwira Remaja Akademi Angkatan Udara (CAPAJA AAU) Tahun 2021, pada Selasa (29/06) di Gedung Sabang Merauke AAU, Kompleks AURI, Yogyakarta.
“Sebelum memimpin orang lain, maka wujud dari kesiapan untuk dipimpin adalah bagaimana memimpin diri sendiri (personal mastery) mencangkup wilayah pengenalan diri dan manajemen diri yang meliputi perangkat nilai-nilai, tujuan dan misi hidup seseorang,” jelas Sri Sultan.
Dalam menyiapkan seorang pemimpin, yang diperlukan bukan hanya leadership tapi juga followership. Kesadaran followership artinya memiliki kesediaan bekerjasama dan kemampuan mengendalikan ego.
Followership bukanlah bentuk ketidakberdayaan, melainkan kemauan untuk memberikan peluang kepada pemimpin supaya bisa menjalankan kepemimpinannya. Leadership akan berjalan dengan baik, jika didukung oleh followership, sehingga bisa menjalankan program aksinya mencapai sasaran yang dituju.
‘Memimpin dengan Aksi’ memerlukan persyaratan dan dukungan beberapa elemen kompetensi kepemimpinan. Adanya kesadaran dan sikap followership untuk bekerjasama dan mendukung leadership dalam menjalankan program aksi.
Modal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tidak hanya intektualitas semata, namun harus didukung kecerdasan emosional, komitmen pribadi dan integritas untuk mengatasi tantangan.
“Seorang pemimpin bukan sekadar punya karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku dan kebiasaan dalam menjalankannya melalui serangkaian program aksi,” tutur Sri Sultan.
Oleh karena itu, seorang pemimpin wajib mengedepankan keteladanan dengan menjalankan leadership by example, di mana pemimpin juga ikut terlibat sebagai work-leader dalam program aksi. Keteladanan merupakan kriteria pokok seorang pemimpin. Agar dapat menjadi pemimpin, seseorang harus memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk memimpin secara benar, jujur dan arif.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI Nanang Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalankan amanah membentuk para Karbol untuk menjadi Perwira yang berintergritas, mendidik mereka agar tanggap dan trengginas yang memiliki kepribadian luhur, kecerdasan optimal, dan kondisi fisik yang prima.
“Aspek karakter menjadi fokus utama karena karakter inilah yang menjadi modal paling utama bagi seorang pemimpin untuk bisa melayani dan memimpin anak buahnya kelak,” ucap Gubernur AAU.
Calon Perwira Remaja (CAPAJA) harus memahami sebuah proses untuk mencapai sebuah kesuksesan dan pentingnya sebuah perjuangan untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. Selain itu, mereka juga harus menjadi pemimpin yang hebat yaitu mempimpin dengan segala potensi diri dan segala sesuatu yang melekat pada dirinya untuk melayani dan memberikan manfaat kepada orang lain.


.webp)
















