Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Sehari Jadi Menag, Afi Minta Jam Pelajaran Agama di Sekolah Ditambah

SuaraPemerintah.ID – Kini Indonesia dihadapkan berbagai permasalahan, salah satunya lemahnya moralitas generasi muda. Di saat fenomena kerusakan moral yang terjadi, pendidikan agama selalu menjadi sorotan.

Mirisnya, bila menilik kurikulum pendidikan di sekolah umum, pelajaran agama hanya diberikan dua jam pelajaran dalam seminggu. Seba itulah, Kementerian Agama harus memikirkan solusi akan hal tersebut. Salah satunya dengan menambah jam mata pelajaran agama.

- Advertisement -

Hal ini disampaikan Santri asal Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo Afi Ahmad Ridlo saat memimpin Rapat Pimpinan Kemenag, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Hal semacam ini kan semestinya menjadi perhatian kita bersama. Bisa melakukan perbaikan apa bila pendidikan agama hanya diberikan dua jam dalam seminggu,” kata Afi di hadapan para pejabat eselon I Kemenag.

- Advertisement -

“Kita harus segera bergerak untuk melakukan perbaikan. Secara kuantitatif, kita perlu melakukan penambahan jam mata pelajaran agama di sekolah,” tambahnya.

Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Jadid tersebut sangat bersemangat dan tak gentar untuk menyampaikan aspirasinya. Ia didaulat memimpin rapat pimpinan Kemenag usai Menag Yaqut Cholil Qoumas ‘menyerahkan’ jabatan kepadanya.

Afi merupakan pemenang Sayembara Sehari Menjadi Menteri yang diselenggarakan Kemenag dalam rangka Hari Santri 2021.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Afi pun memanfaatkan momen ini untuk mengeluarkan seluruh gagasannya untuk pengembangan kehidupan umat beragama. Salah satunya, terkait pendidikan àgama.

“Selain kuantitatif, kita juga perlu melakukan perbaikan dari sisi kualitatif,” tutur remaja kelahiran Lumajang ini.

Pendekatan kualitatif yang dimaksud antara lain adalah perbaikan kualitas pendidik. “Pendidikan dari seluruh agama seharusnya bisa memberikan transfer of value bagi peserta didik. Artinya, yang bisa kita lakukan adalah pendekatan kualitatif,” tutur Afi yang mahir bercakap dalam bahasa Inggris dan Arab ini.

“Kita berikan pelatihan bagi guru-guru. Kita upgrade skillnya. Karena salah satu kunci perbaikan pendidikan adalah kualitas tenaga pengajar,” tutupnya.

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru