spot_img

BERITA UNGGULAN

5 Fakta Kampung Merasa 74%, Cokelat Organik Asal Kalimantan Timur

SuaraPemerintah.ID – Didominasi dengan hutan nan hijau, mungkin adalah salah satu hal yang langsung Sobat Pesona pikirkan ketika mendengar nama Kalimantan Timur sebagai habitat orangutan. Nah, ternyata selain fauna kebangaan Indonesia itu, provinsi ini juga punya kekayaan flora yang enggak biasa lho, yaitu perkebunan cokelat organik.

Sobat Pesona, udah pernah dengar tentang Kampung Merasa belum? Wilayah yang masuk dalam kategori desa wisata ini adalah salah satu nama kampung yang ada di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dan merupakan produsen cokelat organik lokal yang sudah mencetak prestasi hingga kancah internasional!

- Advertisement -

Penasaran apa itu cokelat organik Kampung Merasa 74%? Yuk, cari tahu fakta-fakta menariknya di bawah!

 

- Advertisement -

1.   Cita rasa alami yang unik

coklat

Bersama Pipiltin Cocoa sebagai merek cokelat asli Indonesia, biji cokelat dari Kampung Merasa diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga meningkatkan kualitasnya. Pipiltin Cocoa memiliki moto “Beda-Beda Itu Unik” dengan tujuan menunjukan rasa khas di tiap daerah yang berkualitas tinggi dan memperhatikan sisi keberlanjutan inklusif. Untuk koleksi cokelatnya, Pipiltin Cocoa bekerjasama dengan para petani lokal di Indonesia, salah satunya Kampung Merasa.

Peluncuran cokelat ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung produk asli Indonesia yang peduli kelestarian flora dan fauna Indonesia, kesejahteraan petani, dan ekowisata Kampung Merasa. Kampung Merasa jadi koleksi ke-6 single origin cokelat setelah Aceh, Bali, Flores, Jawa Timur, Papua Barat.

Karakteristik rasa yang khas dari cokelat Kampung Merasa adalah madu dan jeruk yang asli dihasilkan dari biji cokelat yang sudah difermentasi oleh Petani Asli Kampung Merasa.

 

2.   Budidaya kebun organik warga lokal

cocoa

Suku Dayak Kenyah merupakan salah satu suku Dayak yang berprofesi sebagai petani cokelat di Kampung Merasa. Dengan menerapkan sistem komunitas hulu dan terdiri dari petani perempuan lebih dari 50 persen, produktivitas masyarakat suku adat mampu menjaga rantai pemasok dan membuat semua pihak diuntungkan.

Enggak main-main, pohon cokelat Kampung Merasa 74% yang ditanam di sepanjang tepian Sungai Kelay ini telah mencetak prestasi di kancah dunia. Seleksi di level tingkat 8 besar Indonesia untuk Cacao Excellent Award berhasil disabet oleh biji kakao tersebut di ajang bergengsi Paris Salon du Chocolat. Demi memberikan nilai tambah terhadap biji kakao dari Kampung Merasa, para petani juga terus berupaya mempertahankan budidaya secara organik, meniadakan penggunaan pestisida dan menguatkan proses fermentasi secara alami.

 

3.   Konservasi alam dan orangutan

orangutan

Kegiatan membudidayakan kakao ini menjadi mata pencaharian yang bertujuan agar masyarakat Kampung Merasa lebih fokus membudidayakan kebun cokelat mereka tanpa harus bergantung dengan hutan, kegiatan tersebut sekaligus menjaga kelestarian hutan lestari dan keberlangsungan habitat orangutan.

Berkaitan dengan hutan konservasi yang tinggi, Kampung Merasa juga merupakan salah satu area yang di dalam wilayahnya terdapat Pulau Bawaan yang digunakan untuk pra pelepasliaran orangutan yang bernama Nigel dan Hercules. Di tempat bernama The Centre for Orangutan Protection (COP), para orangutan dilatih untuk bertahan hidup tanpa bantuan manusia sebelum dilepasliarkan kembali ke hutan.

 

4.   Motif kemasan kaya makna

motif

Desain kemasan cokelat ini pun dibuat secantik mungkin dan merupakan kolaborasi Pipiltin Cocoa dengan designer asal Berlin yaitu Cachete Jack. Dengan menggandeng artisan dari luar negeri, harapannya cokelat Kampung Merasa bisa dikenal secara luas hingga ke mancanegara. Desainnya menggambarkan Kampung Merasa dengan gambar burung enggang yang menjadi ciri khas pada topi adat suku Dayak dan bermakna kepemimpinan dalam melindungi rakyat. Selain itu, burung enggang ini juga menebar benih di udara untuk regenerasi hutan sehingga keberadaannya menandakan bahwa  keadaan hutan tersebut masih sangat baik.

 

5.   Daya tarik wisata Kampung Merasa

penari

Setelah puas menelusuri kekayaan cokelat uniknya, kali ini lanjut bahas destinasi wisatanya yuk, Sobat Pesona! Psst, tahu enggak sih? Kampung Merasa ini punya ragam aktivitas wisata hingga spot cantik yang sayang untuk dilewatkan, seperti susur Sungai Kelay, Jungle Trek, Gunung Karst, Kolam Alam Batu Bawan, Situs Pekuburan Kayu (Lungun) suku Dayak, sampai Gua Mulut Besar. Ramah tamah warga suku Dayak juga dijamin bikin Sobat Pesona merasa betah berinteraksi dan menikmati kekayaan adat budayanya yang ciamik.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru