spot_img

BERITA UNGGULAN

Menteri Sandiaga Komentari Statemen Halu Senator Emak-emak Australia

SuaraPemerintah.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno mengomentari pernyataan Senator Australia Pauline Hanson melalui akun Instagram pribadinya.

“Apa yang disampaikan seorang senator Australia @senatorpaulinehanson ini tidak berdasar pada fakta. Secara tegas dan lugas saya sampaikan untuk jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisatanya Indonesia,” tulis Sandiaga, Sabtu (6/08) dilansir dari detik.com.

- Advertisement -

Sandiaga menyebut Bali kini sudah bangkit. Lapangan pekerjaan di Bali sudah terbuka lebar. Dia meminta Hanson tidak mengganggu ketenangan serta kepulihan ekonomi Bali dengan ucapan-ucapan yang tidak benar.

“Oiya, fyi… Bali bukanlah negara… pasti dulunya bukan anak IPS. Lain kali dicek dulu ya di mbah google. Matur suksma,” kata Sandiaga.

- Advertisement -

Sementara Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, turut mengomentari pernyataan senator Australia Pauline Hanson soal penyakit mulut dan kuku dari Bali. Dia menilai Hanson berpikiran sempit. “Tidak berguna sebenarnya menanggapi seorang Hanson yang berpikiran sempit,” kata Faizasyah kepada wartawan, Minggu (7/08).

Faizasyah tidak yakin senator Australia Pauline Hanson pernah berkunjung ke Bali. Dia bilang bisa-bisa Hanson berpendapat bahwa di Bali bertebaran kotoran sapi di mana-mana hanya berdasarkan imajinasinya sendiri. “Pertanyaannya apakah yang bersangkutan pernah ke Bali? Jangan-jangan yang bersangkutan hanya hidup di dunia imajinasinya sendiri,” kata emak-emak beranak empat yang diduga penganut Islamophobia dan Indonesiaphobia ini.

Video pidato senator Australia Pauline Hanson yang menyebut kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali viral beberapa waktu lalu. Dalam video itu, Hanson mengungkapkan kekhawatirannya soal Warga Negara Australia bisa menularkan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah dari Bali. “Bali berbeda dengan negara lain,” ujar Hanson, Jumat (5/08).

Lalu Hanson menyebut sapi di Bali bebas dilepasliarkan di jalan. Kotoran sapi, kata Pauline, bertebaran di jalan. “Kotoran sapi bertebaran, dan orang berjalan di atasnya, dan terbawa di pakaiannya, dan orang itu kembali ke negara ini (Australia)” kata senator emak-emak Aussie ini berapi-api.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru