Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Bupati Mathius dan Peserta KMAN VI Menari Yospan di Kampung Yakonde

SuaraPemerintah.ID – Sesi sarasehan yang menjadi rangkaian Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Papua ditutup Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Mathius Awoitauw di Desa Yakonde, Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (26/10/2022) petang.

Penutupan diwarnai dengan peresmian tugu oleh orang nomor satu di Tanah Tabi bersama peserta kongres.

- Advertisement -

Menariknya, di sela-sela peresmian tugu atau monumen tersebut, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menari bersama masyarakat dan peserta sarasehan di Kampung Yakonde, Kabupaten Jayapura.

Tak butuh waktu lama, para peserta dan masyarakat yang melihat kegiatan tersebut langsung berbaur membentuk barisan mengular.

- Advertisement -

Mereka menari Yosim Pancar (Yospan) yang merupakan simbol persahabatan dan pergaulan. Semua yang hadir di acara itu langsung berlenggak-lenggok memperagakan tarian tersebut.

Tarian ini muncul pada tahun 1960 yang kemudian digunakan sebagai senam kesehatan jasmani (SKJ) di instasi pemerintah.

Tak mau ketinggalan, para Mama Papua di Kampung Ayapo ikut menari dengan membawa alat masak mereka.

Seusai menari bersama Bupati Jayapura bertolak ke Dermaga Khalkote untuk mengikuti Festival Danau Sentani.

Pada kesempatan itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw meresmikan monumenKongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Papua yang menjadi bukti masyarakat adat masih ada untuk Indonesia.

“Masyarakat adat kampung Yakonde merasa bahwa KMAN VI Papua sangat berarti. Mereka tidak pernah menyangka ada saudara-saudara mereka yang datang dari seluruh Indonesia dan membaur bersama seluruh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura,” kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan monumen KMAN VI Papua juga bukanlah hal yang mudah dan sederhana.

“Masyarakat adat berjuang dengan kekuatan sendiri tanpa ada bantuan dari untuk mendirikan monumen KMAN VI ini untuk Indonesia,” ujarnya.

Walaupun sederhana, namun monumen KMAN VI Papua sangatlah penting untuk masyarakat adat, khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura ini.

Dengan begitu mereka dapat menunjukan dari negeri matahari terbit, masyarakat adat akan terus menyuarakan persaudaraan, kekeluargaan, dan toleransi untuk indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru