SuaraPemerintah.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya untuk bisa mengelola sampah hingga habis ditempatnya. Ini menyusul masa operasional TPA Piyungan yang sebentar lagi akan habis pada April 2023.
Sebagai bentuk realisasi dari rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan TPS3R Gumregah. Lokasinya berada di Jombor Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman.
Kustini menuturkan telah ada 24 titik TPS3R di Sleman. Seluruhnya terbilang efektif dalam mengurangi jumlah sampah. Dalam sehari ada setidaknya 700 ton sampah per hari yang dibuang di TPA Piyungan. Namun, dengan adanya 24 titik TPS3R yang tersebar di Sleman menyisakan sampah sebanyak 300 ton yang dibuang ke TPA Piyungan.
“Beban paling banyak ada di Sleman. Warganya hampir 1,1 juta. Mahasiswanya hampir 300 ribu. Kalau setiap satu warga membawa 0,5 kg sampah maka jumlahnya 700 ton setiap hari,” jelasnya saat peresmian TPS3R DI Jombor Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (15/2).
Ketua Kelompok Pemanfaat dan Pemberdaya (KPP) TPS3R Gumregah Jombor Kidul Hari Santoso menjelaskan tempat pengolahan sampah ini berdiri diatas lahan seluar 350 meter persegi. Dibangun menggunakan dana Kementerian PUPR sebesar Rp 1 milyar melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Hari menyebut TPS3R Gumregah mampu menampung sampah dari 350 KK.
“Untuk produksi sampah khusus di Jombor Kidul per minggu 600 kilogram sampah. Harapannya bisa mengurangi hingga 80 persen sampah,” ujarnya.
TPS3R Gumregah memiliki satu alat penggiling sampah anorganik. Ada pula satu alat pengolah sampah organik menjadi kompos. Hari menuturkan masyarakat Jombor Kidul sebelumnya telah memiliki TPS dengan skala yang lebih kecil.
Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pihaknya akan menerapkan denda. Ini jika ditemui adanya masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan.
“Perlu perlahan-lahan edukasi kepada masyarakat. Agar nanti tidak kena denda, kami dari TPS3R selalu sosialisasi mengenai aturan dan dampak buang sampah sembarangan melalui pertemuan rutin di tiap-tiap padukuhan,” paparnya.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)
















