SuaraPemerintah.ID –Â Anggota DPR RI sekaligus Caleg DPR RI 2024 Firman Soebagyo mengatakan, berada dalam sistem pemilihan secara langsung, para caleg harus memiliki popularitas. Namun kepopuleran seorang caleg tidak menjamin terhadap keterpilihannya kalau tidak memiliki elektabilitas.
Menurutnya, elektabilitas dapat diperoleh berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh masyarakat terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini dan apa yang sudah diperbuat untuk masyarakat.
*Menjadi caleg dengan konsekuensi pemilihan secara langsung caleg-caleg harus memiliki popularitas yang tinggi namun popularitas itu tidak akan menjamin seseorang ada keterpilihan kalau tidak punya elektabilitas,” ujar Firman Soebagyo kepada tim SuaraPemerintah.ID, Rabu (20/12/23).
Firman Soebagyo menegaskan, sebagai seorang anggota DPR RI memiliki tugas untuk menjawab, menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Apabila hal tersebut tidak dijalankan, maka popularitas caleg tersebut tidak ada dan tidak ada rekam jejaknya.
“Dalam ketentuan undang-undang jelas dan sumpah jabatan juga diketahui bahwa anggota DPR harus mampu menjawab aspirasi dan menyalurkan aspirasi serta memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Memasuki era digital, kata Firman Soebagyo, aktivitas seorang anggota DPR akan terlihat dan mudah terukur oleh masyarakat melalui digital yaitu seperti pemberitaan di media online maupun aktivitas di media sosial.
“Dan terkait popularitas itu ada rekam jejaknya di dunia digital, apalagi era sekarang ini aktivitas kegiatan itu selalu dilihat dari digital, kemudian pemberitaan, dalam hal ini terkait aktivitas sosial atau yang lainnya karena terukur,” kata Firman Soebagyo.
Selama menjabat sebagai anggota DPR RI, Firman Soebagyo selalu menyalurkan program aspirasi kepada masyarakat di daerah pemilihnya. Dan dalam hal ini, Dirinya menegaskan tidak ada transaksional.
“Selama 4 periode di DPR saya selalu menyalurkan program aspirasi kepada masyarakat di daerah pemilihan saya. Dan saya menyalurkan aspirasi kepada masyarakat itu betul-betul masyarakat yang membutuhkan dan juga tidak ada permintaan dalam bentuk uang, transaksional tidak ada,” tuturnya.
Sebagai anggota DPR RI, Firman Soebagyo selalu menjalankan tugasnya yaitu mendegarkan kritik dan masukan dari masyarakat sebagai penyempurnaan terhadap apa yang sudah dilakukannya selama ini.
“Selama ini kalau ada kritik kami terima dan saya harus dengarkan karena sistem demokrasi kita ini kan anggota DPR harus mendengarkan jadi kita harus mendengarkan, merespon. Koreksi ini sifatnya penyempurnaan apa yang kami lakukan selama ini mungkin itu tidak sesuai yang diinginkan,” katanya.
Memasuki pesta demokrasi, Firman Soebagyo ikut serta berkontestasi dalam Pemilu 2024 sebagai Caleg DPR RI Dapil Jateng Jateng III dengan membawa visi dan misi “Bekerja Nyata Untuk Rakyat” dan “Program Aspirasi Tanpa Pungutan”.
“Saya ingin melanjutkan perjuangan saya, karena masih banyak persoalan di masyarakat yang kita harus selesaikan sebagai wakil rakyat karena DPR mempunya tiga kewenangan yaitu membuat regulasi, kita harus juga bisa menyerap aspirasi masyarakat untuk memperjuangkannya, dan kita harus mengawal program pembangunan di daerah pemilihan. Karena itulah saya ingin melanjutkan, dan sesuai dengan tagline baliho saya yaitu “Bekerja Nyata Untuk Rakyat” dan “Program Aspirasi Tanpa Pungutan”,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)


















