Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemenhub Membuka Peluang Kolaborasi dengan Airbus untuk Pengembangan Industri Penerbangan di Indonesia

SuaraPemerintah.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka pintu bagi kerjasama antara Airbus, produsen pesawat internasional, dan perusahaan penerbangan dalam negeri untuk memajukan industri penerbangan Indonesia. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan hal ini dalam pertemuan dengan President Airbus Commercial APAC Anand Stanley di acara Singapore Airshow 2024 pada hari Selasa, 20 Februari.

“Kami telah menjalin kemitraan yang erat dengan Airbus. Karenanya, kami dengan senang hati menerima usulan kerjasama dari Airbus dengan perusahaan penerbangan di Indonesia,” kata Menhub.

- Advertisement -

Menurut Menhub, kolaborasi tersebut dapat berbagai bentuk, termasuk dalam pembuatan suku cadang pesawat dan peralatan pendukung penerbangan lainnya. Dia berharap kerjasama antara Airbus dan perusahaan-perusahaan lokal dapat diperluas lebih lanjut.

Kerjasama antara Indonesia dan Airbus telah dimulai sejak tahun 1976. Baru-baru ini, Airbus berkolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk memproduksi komponen aerostruktur helikopter.

- Advertisement -

Selain itu, Airbus berencana untuk meningkatkan jumlah pesawat Airbus yang beroperasi di maskapai Indonesia, baik pesawat kecil (narrow body) maupun pesawat besar (wide body), mengingat permintaan penerbangan yang tinggi di Indonesia. Terlebih lagi, pemerintah telah membuka beberapa bandara baru dengan landasan pacu (runway) 3.000 meter, seperti Bandara Kertajati dan Bandara Dhoho Kediri.

“Pemerintah akan mendukung peningkatan jumlah pesawat melalui maskapai yang ada saat ini atau melalui maskapai baru melalui kerjasama dengan maskapai asing. Kami menyambut baik kehadiran Airbus di maskapai Indonesia,” kata Menhub.

Menhub juga berharap kerjasama dapat dilakukan dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan di Indonesia melalui pelatihan praktisi industri aviasi.

“Indonesia telah mendapat banyak manfaat dari kerjasama teknis dalam pelatihan, seperti Program Keselamatan Negara (SSP), Sistem Manajemen Mutu (QMS), dan Proyek Navigasi Berbasis Kinerja (PBN). Saya berharap kerjasama antara Indonesia dan Airbus semakin kuat untuk kemajuan industri penerbangan sipil yang lebih baik,” kata Menhub.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia di Singapura Suryo Pratomo dan Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru