Sebanyak 108 pecatur berpartisipasi dalam turnamen ini, terdiri dari 85 pecatur asal Lumajang, 17 pecatur dari Jember, dan 6 pecatur dari Probolinggo. Beberapa pecatur dari Situbondo dan Bondowoso terpaksa mengundurkan diri karena adanya turnamen serupa di wilayah mereka pada waktu yang bersamaan.
- Advertisement -
“Turnamen catur ‘Minak Koncar’ ini sangat membanggakan, menunjukkan dedikasi tinggi panitia dalam mengelola acara ini dengan profesionalisme yang maksimal,” ujar Faisal dalam keterangannya, Minggu (7/7/2024).
Faisal juga menekankan bahwa keberhasilan besar turnamen ini tidak lepas dari upaya panitia dalam menyebarkan informasi dengan baik kepada Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) di berbagai kota sekitar Lumajang.
- Advertisement -
Selain melalui media offline seperti surat edaran dan banner, panitia juga bekerja sama dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Desa Kutorenon untuk menjangkau lebih banyak pecinta catur melalui platform media online seperti website, WhatsApp, dan Facebook.
“Kerja sama dengan KIM Desa Kutorenon dalam penyebarluasan informasi turnamen ini sangat berarti, memperluas jangkauan dan menciptakan buzz yang besar di komunitas catur,” katanya.
Faisal berharap klub catur “Minak Koncar” Perum Biting sebagai penyelenggara dapat terus berkembang dan menjadi pusat kegiatan yang memasyarakatkan olahraga catur di Lumajang.
“Dengan ini, diharapkan akan mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam mengembangkan kualitas dan prestasi dalam dunia catur,” harapnya.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News