SuaraPemerintah.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melakukan reshuffle kabinet menjelang akhir masa jabatan Kabinet Indonesia Maju. Perubahan ini menarik perhatian, terutama dengan penunjukan Rosan Perkasa Roeslani, B.A., M.B.A. sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN RI. Lalu, siapakah Rosan Roeslani ini?
Rosan lahir di Jakarta pada 31 Desember 1968. Sebelumnya, ia dikenal sebagai Wakil Menteri BUMN, Duta Besar RI untuk AS, dan Ketua Umum KADIN. Pada tahun 1997, ia mendirikan dan mengelola perusahaan investasi bernama Recapital Advisors. Rosan juga masuk dalam daftar Orang Terkaya Indonesia versi Forbes tahun 2021 di peringkat 87 dengan kekayaan senilai USD 450 juta, dan pernah menerima penghargaan Commander in the Order of Leopold of Belgium dari Pemerintah Belgia pada tahun 2017.
Keahlian Rosan Roeslani dan Recapital Advisors dalam mengubah perusahaan konvensional menjadi entitas yang memenuhi standar investasi dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) telah menghasilkan nama-nama besar seperti Kaltim Prima Coal (Bumi Resources Group), Berau Coal (Sinarmas Group), Pizza Hut (Sriboga Group), BTPN (Sumitomo Mitsui Group), Bank Pundi (Banten Global Group), SeaBank (Shopee Group), Siloam (Lippo Group), Acuatico (Salim Group), dan lainnya. Ia juga merupakan salah satu dari tiga pengusaha Indonesia yang pernah mengakuisisi klub sepak bola Serie A, Inter Milan.
Rosan Roeslani menyelesaikan studi di Oklahoma State University, Amerika Serikat pada tahun 1992. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar master di bidang administrasi bisnis dari Antwerpen European University di Belgia pada tahun 1995.
Setelah menyelesaikan pendidikan masternya, Rosan kembali ke Indonesia dan mendirikan perusahaan konsultasi keuangan bernama PT Republik Indonesia Funding dengan merek dagang Finance Indonesia bersama Sandiaga Uno dan Elvyn Ramli pada tahun 1997, untuk memanfaatkan peluang di tengah krisis moneter Asia Tenggara 1997-1998.
Pengalaman Rosan dalam organisasi dimulai sejak masa kuliah, saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia di Oklahoma, Amerika Serikat, sambil menyelesaikan studi S1 di Oklahoma State University.
Periode 2015-2020 menjadi waktu di mana Rosan Roeslani mulai bertransformasi dari pebisnis ke berbagai jabatan di organisasi bisnis serta organisasi yang berhubungan dengan pemerintahan dan politik, meskipun hingga kini ia belum dapat dikategorikan sebagai figur politik. Namun, ia mendapat kepercayaan yang signifikan dari pemerintahan Jokowi pada periode 2014-2024.
Setelah menjabat sebagai Ketua Umum KADIN, Rosan Roeslani dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Duta Besar ke-21 Republik Indonesia untuk Amerika Serikat periode 2021-2023, dan dilantik pada Oktober 2021. Pada tahun yang sama, KSAD Andika Perkasa memperkuat kembali kerja sama militer antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Latihan Gabungan Garuda Shield XV pada Agustus 2021. Kemudian, pada November 2021, Presiden Jokowi melantik Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, yang bekerja sama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mempererat kembali hubungan pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Saat masih menjabat sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat, Presiden Jokowi sempat memberikan jabatan ganda kepada Rosan Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN. Namun, kemudian kedua jabatan tersebut dilepaskan saat Presiden Jokowi dan calon presiden Prabowo Subianto menugaskan Rosan Roeslani sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran untuk Pilpres 2024.
Selamat bertugas sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bapak Rosan Roeslani. Semoga dapat menjalankan tugas pemerintahan di bidang investasi dan penanaman modal untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)












