Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik menyebut, Sekretaris Daerah (Sekda) adalah kunci orkestrasi berjalannya sistem pemerintahan daerah. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Tahun 2024 di Balikpapan.
Sebagai penjabat gubernur, ia sendiri mengakui banyak terbantu dengan peran sekda dalam menjalankan tugas-tugas di pemerintah daerah.
“Saya ini tinggal tanda tangan. Semua sudah diurus Sekda,” katanya saat memberikan sambutan pada Malam Pembukaan Rakernas Forsesdasi di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (11/12/2024) malam.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam Rakernas Forsesdasi 2024 adalah terkait optimalisasi penerapan sistem merit Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penataan tenaga non-ASN. Akmal Malik berharap, dari pembahasan ini akan ditemukan solusi penataan tenaga non-ASN daerah.
“Karena rata-rata protokoler kami termasuk sebagaian besar staf di Pemprov itu banyak yang masih non-ASN. Tapi Alhamdulillah kami bersyukur usulan formasi (P3K) Kaltim itu dipenuhi semua,” tambah Akmal Malik.
Meski demikian, ia tak menampik adanya kendala keterbatasan anggaran untuk pengangkatan tenaga non-ASN ke depan. Ia berharap, ada solusi yang dapat dihasilkan dari forum Rakernas Forsesdasi 2024 mengenai persoalan tersebut.
“Saya jujur belum terlalu paham apa yang akan kita lakukan ke depan. Karena anggaran terbatas dan disampaikan banyak daerah tidak cukup anggaranya. Tapi semoga ada pencerahan bagaimana solusinya,” ujar Dirjen Otda Kemendagri ini.
Sekda, kata Akmal Malik menjadi salah satu pion sentral dalam mengatasi masalah – masalah itu. Terutama terkait anggaran daerah, sumber daya manusia (SDM), dan kelembagaan. Karena menurutnya, Sekda adalah orkestrator pemerintah daerah.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)


















