Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BPBD Kota Bengkulu, Pantai Jakat Bengkulu Ditutup Sementara Akibat Gelombang Tinggi

BENGKULU – Salah satu destinasi wisata di Kota Bengkulu yang biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat pada akhir pekan, Pantai Jakat, kini tengah menghadapi kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem menyebabkan pantai tersebut sedang dalam kondisi pasang.

Berdasarkan pengamatan pada hari Sabtu dan Minggu (14-15 Desember), pantai ini terlihat sepi dan bahkan tidak ada pengunjung sama sekali. Hanya beberapa warga yang tinggal di sekitar pantai tampak duduk-duduk di depan rumah mereka.

- Advertisement -

Kondisi serupa juga terjadi di Pantai Panjang dan kawasan Pasir Putih. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk tidak berenang di sepanjang pantai, termasuk Pantai Jakat.

“Kami mengimbau agar masyarakat yang mengunjungi pantai tidak mandi, termasuk di Pantai Jakat, karena saat ini gelombang laut sedang tinggi. Meskipun selama ini Pantai Jakat aman untuk berenang, kali ini situasinya berbeda. Dengan kondisi pasang dan ombak yang tinggi, lebih baik menunda aktivitas mandi di sana,” ujar Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi.

- Advertisement -

Will menambahkan, demi menjaga keselamatan, masyarakat diharapkan untuk mematuhi imbauan ini, terutama di Pantai Panjang. “Hindari mandi di sepanjang pantai selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ditambah, menurut BMKG, cuaca diperkirakan semakin ekstrem mulai 20 Desember hingga awal tahun 2025, dengan air laut yang diprediksi akan semakin pasang.”

Selain imbauan, BPBD Kota Bengkulu juga berencana mendirikan posko di beberapa titik pantai. “Kami akan mendirikan posko di pantai, meski papan peringatan larangan mandi akan dipasang oleh pihak Polresta. Petugas kami juga akan berkeliling dengan pengeras suara untuk memberikan himbauan kepada pengunjung pada tanggal 24 Desember,” jelas Will.

Terkait dengan ombak yang tinggi di Pantai Jakat, seorang warga setempat, Nurhidayah (56), mengatakan bahwa ombak laut bahkan lebih tinggi pada malam hari. “Sejak dua minggu terakhir, air laut pasang terus, makanya pengunjung sepi. Malam hari, ombaknya sampai ke rumah kami,” ungkap Nurhidayah, yang sehari-harinya berjualan kelapa muda dan menyewakan ban.(*)

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru