Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pj Gubernur Elen Setiadi Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru

PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, S.H., M.S.E, memimpin Rapat Koordinasi terkait Ketersediaan Pasokan dan Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Ruang Rapat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, pada Rabu (18/12/2024).

Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumsel, Ricky Perdana Gozali, Kepala Perwakilan Badan Pengawas dan Pembangunan Prov. Sumsel, Sofyan Antonius, serta perwakilan dari Bulog, BPS, OJK, dan Satgas Pangan.

- Advertisement -

Dalam arahannya, Elen meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel untuk terus memantau potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang perayaan Nataru, dengan fokus pada komoditas beras, bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Meskipun pada Desember 2024 tercatat harga pangan relatif stabil, kecuali minyak goreng dan telur ayam, Elen mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap fluktuasi harga.

Elen juga mengungkapkan hasil pemantauan harga di pasar tradisional dan modern yang menunjukkan stabilitas harga, meskipun beberapa komoditas seperti minyak goreng dan telur ayam mengalami kenaikan. Ia menekankan bahwa Pemprov Sumsel terus berupaya mengendalikan inflasi dengan melakukan pemantauan pasokan secara rutin, inspeksi mendadak, dan aksi cepat seperti pelaksanaan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) serta optimalisasi KAD.

- Advertisement -

“Pemprov Sumsel akan terus memastikan keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan, termasuk melalui program pasar murah dan antisipasi titik rawan banjir menjelang puncak musim hujan,” tegas Elen.

Elen juga menyebutkan bahwa Pemprov Sumsel telah menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) beberapa kali sejak November 2024 di berbagai lokasi untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Pasar murah ini dilaksanakan di beberapa tempat, termasuk Kantor Dinas Perdagangan, Pasar Alang-Alang Lebar, Pasar Talang Betutu, Pasar Gandus, dan Kantor Gubernur Sumsel.

Selain itu, Elen menyampaikan pentingnya komunikasi yang efektif, termasuk kampanye bijak berbelanja dan koordinasi antara pemerintah daerah, asosiasi petani, pedagang, dan sektor swasta, guna memastikan kelancaran produksi dan distribusi pangan. Ia juga mengungkapkan bahwa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Sumsel mendapat apresiasi, dengan Provinsi Sumsel dianggap berhasil menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang baik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumsel, Ricky Perdana Gozali, dalam laporannya menyampaikan bahwa inflasi pada November 2024 tercatat sebesar 0,73 persen (yoy), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,48. Inflasi terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok pengeluaran perumahan, kesehatan, dan transportasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru