Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terkait kecelakaan kendaraan beridentitas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di lingkungan SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah murid dan guru menjadi korban.
Lalu menegaskan bahwa investigasi yang terbuka penting dilakukan agar dapat mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam proses distribusi program MBG.
“Kami meminta penyelidikan yang transparan dan tuntas agar jelas apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam proses distribusi,” ujar Lalu di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, klarifikasi diperlukan untuk memastikan apakah sistem distribusi makanan bergizi tersebut sudah memenuhi standar keamanan, terutama karena program ini menyasar peserta didik di seluruh Indonesia.
Lalu mengingatkan bahwa program sebesar dan sepenting MBG tidak dapat berjalan tanpa pengawasan yang kuat. Ia menekankan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.
“Program sebesar dan sepenting ini tidak boleh berjalan tanpa memastikan keamanan maksimal bagi peserta didik,” kata dia.
Politisi tersebut juga menyampaikan keprihatinannya kepada siswa dan guru yang menjadi korban kecelakaan. Ia meminta pemerintah dan pihak terkait menunjukkan tanggung jawab penuh serta melakukan evaluasi sistem distribusi MBG agar insiden serupa tidak terulang.
“Kami meminta pemerintah dan pihak terkait bertanggung jawab serta segera memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah manapun,” ucapnya.
Sebelumnya, sebuah mobil pengangkut menu MBG melaju tak terkendali sekitar pukul 06.30 WIB dan masuk ke area sekolah, menabrak murid serta guru yang sedang berada di lapangan. Sopir kendaraan telah diamankan dan mengaku salah menginjak pedal, sehingga mobil menyelonong masuk.
Polda Metro Jaya telah memeriksa sopir dan kernet minibus tersebut. Polisi juga akan meminta keterangan dari guru, saksi lain, serta melakukan pemeriksaan lanjutan termasuk tes urin.
Dari pemeriksaan awal, minibus yang dikemudikan sopir pengganti berinisial AI mengalami masalah rem di area tanjakan. AI mengira menginjak pedal rem, namun ternyata menekan pedal gas. Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga telah melakukan olah TKP dan memprioritaskan pemulihan para korban.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)














