Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Evita Nursanty Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Maritim Nasional

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama PT PAL Indonesia mendorong penguatan kemandirian industri pertahanan maritim dalam negeri guna menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan bahwa industri maritim nasional sejatinya memiliki kemampuan yang mumpuni untuk membangun alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk kapal perang. Namun, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan domestik dinilai masih perlu diperluas.

- Advertisement -

“Sebenarnya mereka (industri dalam negeri) mampu untuk membangun. Diharapkan ke depan pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan domestik,” kata Wakil Komisi VII DPR RI Evita Nursanty.

Dalam kunjungan tersebut, Evita menilai PT PAL Indonesia sebagai bukti konkret kekuatan industri pertahanan maritim nasional. Ia mengungkapkan bahwa nilai proyek kapal perang yang semula berkisar Rp2,5 triliun, kini dapat mencapai hingga Rp48 triliun, mencerminkan peningkatan signifikan dalam kapasitas dan kualitas produksi perusahaan.

- Advertisement -

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa industri maritim dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga berpotensi bersaing di tingkat global.

Selain berdialog dengan manajemen PT PAL, Komisi VII DPR RI juga bertemu dengan perwakilan DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) yang menaungi 342 perusahaan industri perkapalan dan sarana lepas pantai.

Evita menilai baik PT PAL maupun anggota IPERINDO memiliki kapasitas untuk memproduksi produk pertahanan maritim yang andal. Namun, ia menyoroti bahwa peluang produksi alutsista dalam negeri masih terbatas akibat minimnya porsi kepercayaan dan penugasan.

“Mereka menginginkan bahwa kesempatan diberikan kepada mereka, kesempatan kepada perusahaan-perusahaan domestik itu diperbesar. Sebenarnya mereka mampu,” katanya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan sejak Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto industri pertahanan dalam negeri sangat diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk berkembang.

Terlebih, kata Kaharuddin, pembangunan ekosistem industri pertahanan dalam negeri akan mampu memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi minimal 1,2 persen.

“Ini sebenarnya memberikan minimal pertumbuhan ekonomi 1,2 persen hanya dari industri kapalnya,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru