Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

MY Esti Minta Kemendikdasmen Prioritaskan Penanganan Trauma Anak Terdampak Banjir Sumatera

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memprioritaskan penanganan trauma bagi siswa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, sebelum kembali menjalankan proses pembelajaran.

Dalam pernyataannya di program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (9/12), Esti menekankan pentingnya pendekatan psikologis yang komprehensif bagi ribuan anak yang mengalami dampak langsung bencana.

- Advertisement -

“Kita berharap dari Kementerian Dikdasmen justru bagaimana menguatkan untuk melakukan trauma healing dengan berbagai pihak, kerjasama dengan berbagai pihak supaya anak-anak kita memang mempunyai ketahanan psikologi dengan situasi yang seperti,” ucap Esti di program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (9/12).

Menurutnya, kondisi mental anak-anak pascabencana harus menjadi perhatian utama. Pemulihan psikologis dianggap sebagai fondasi sebelum mereka kembali memasuki kegiatan belajar secara normal.

- Advertisement -

“Pendekatan ini saya kira yang memang harus kita lakukan sebelum mereka memasuki masa pembelajaran seperti sediakala meskipun dalam keterbatasan,” kata dia.

Esti juga menekankan bahwa kegiatan berkumpul bagi anak-anak di lokasi pengungsian sebaiknya berfokus pada pemulihan psikologis terlebih dahulu.

“Karena traumatic anak-anak, artinya kalau toh pun kemudian harus berkumpul di satu tempat lebih kepada trauma healing, membuat mereka lebih riang begitu karena kondisinya pasti tidak baik-baik saja. Baru kemudian kita bicara anak-anak ini dimungkinkan untuk melakukan TKA ataupun tes untuk akhir semester.”

Sebagai informasi, kondisi sekolah terdampak bencana di Aceh dari 18 Kabupaten Kota terdampak, pembelajaran di 15 Kabupaten belum terlaksana. Hingga saat ini, daerah yang bisa melaksanakan pembelajaran Kabupaten Pidie, Subulussalam, dan Lhokseumawe.

Di Sumatera Utara dari 18 kabupaten kota terdampak dua daerah belum terlaksana pembelajaran yaitu Tapanuli Tengah dan Sibolga. Sedangkan 16 daerah lainnya sudah melaksanakan pembelajaran di antaranya Kabupaten Langkat Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.

Sementara di Sumatera Barat dari 16 kabupaten kota terdampak semua daerah sudah mulai melaksanakan pembelajaran. Kecuali di 93 sekolah di Agam masih diliburkan sampai 20 Desember 2025 karena menjadi daerah terdampak bencana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru