Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Peran Strategis SMK dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah terus mendorong penguatan pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, dalam Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan bertajuk “Dari SMK untuk Kedaulatan Pangan Bangsa” yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (8/12).

Dalam sambutannya, Wamendikdasmen menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata dipahami sebagai ketersediaan bahan pangan, melainkan mencakup ketahanan sistem produksi, rantai pasok, serta kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, penguatan SMK vokasi bidang pangan dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

- Advertisement -

“Ketahanan pangan ke depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia vokasi, khususnya lulusan SMK bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. SMK memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan sistem pangan nasional,” ujar Atip.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi sektor pangan nasional. Penurunan produksi komoditas strategis seperti beras, susu, dan daging sapi memerlukan respons berbasis inovasi dan teknologi.

- Advertisement -

Menurut Arif, penguasaan teknologi pertanian modern oleh peserta didik SMK, seperti smart farming dan sistem irigasi cerdas, berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, menekan food loss, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Penerapan mekanisasi, pemupukan presisi, dan pemanfaatan data digital juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanpa menambah luas lahan.

Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menekankan pentingnya keselarasan antara penyelenggaraan pendidikan SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pangan memiliki potensi besar dalam menyerap lulusan SMK, apabila didukung kebijakan yang memperkuat sisi permintaan tenaga kerja.

“Diperlukan keberpihakan kebijakan agar sektor pertanian dan pangan menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda, antara lain melalui kepastian penghasilan dan ekosistem usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Arie juga memaparkan peran strategis SMK ke depan, antara lain sebagai pusat inovasi riset terapan, inkubator UMKM pangan, akselerator teknologi di wilayah perdesaan, serta mitra strategis pengembangan kawasan pangan nasional. Pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan drone, alat mesin pertanian modern, dan sistem irigasi cerdas, menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas lulusan SMK.

Dari sisi sektor kelautan dan perikanan, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Alan Frendy Koropitan, menegaskan bahwa penguatan SMK vokasi pangan perlu ditempatkan dalam kerangka penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir dan perdesaan.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya bertujuan menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor pangan dan kelautan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Sementara itu, dari perspektif industri, Vice President PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Agus Wahyudi, menyampaikan bahwa keberadaan SMK merupakan bagian penting dalam rantai pasok industri pangan nasional, khususnya di sektor perunggasan. Industri pangan membutuhkan tenaga kerja terampil dan kompeten guna menjamin ketersediaan pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan simposium ini, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pendidikan vokasi bidang pangan melalui peningkatan kompetensi lulusan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kolaborasi dengan industri dan lembaga riset. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan SMK sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru