Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., menyatakan dukungannya terhadap penguatan pendidikan politik bagi mahasiswa saat menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBM). Audiensi berlangsung di Aula Lantai III DPRD Kota Bekasi, Sabtu (13/12/2025).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan audiensi yang diajukan BEM IBM Bekasi Kabinet Reformasi pada 10 Desember 2025. Audiensi membahas persiapan kegiatan Pendidikan Politik yang digagas Kementerian Sosial dan Politik BEM IBM Bekasi.
Kegiatan Pendidikan Politik ini mengusung tema “Membangun Kesadaran dan Partisipasi Aktif Mahasiswa dalam Politik dan Kehidupan Berbangsa”. Program tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang sistem demokrasi di Indonesia, proses perumusan kebijakan publik, serta keterampilan praktis seperti penyusunan policy brief dan rancangan rekomendasi kebijakan di tingkat daerah.
Ketua DPRD Kota Bekasi menilai inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun demokrasi yang sehat dan beradab, khususnya di kalangan generasi muda.
“Di era digital, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat semakin terbuka. Silaturahmi politik tidak selalu harus melalui pengerahan massa. Dialog, audiensi, dan diskusi resmi justru lebih efektif dan beradab,” ujar Sardi Efendi.
Sardi juga menekankan pentingnya pendidikan politik yang mendorong sikap kritis sekaligus bertanggung jawab. Menurutnya, di tengah masifnya media sosial, kritik perlu disampaikan berbasis data dan fakta agar tidak berujung persoalan hukum.
“Pendidikan politik harus membentuk warga yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki,” tegasnya.
Audiensi ini dinilai sebagai wujud sinergi positif antara lembaga legislatif daerah dan mahasiswa sebagai agent of change. Ketua DPRD Kota Bekasi berharap kegiatan Pendidikan Politik yang diinisiasi BEM IBM Bekasi dapat berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesadaran politik mahasiswa.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, baik pemerintahan, legislatif, maupun masyarakat sipil.
“Mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkontribusi dengan membawa nilai intelektual dan integritas. Pendidikan politik tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah,” pungkas Sardi.
Dukungan DPRD Kota Bekasi terhadap kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas demokrasi serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan Kota Bekasi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












