Bupati Demak Eisti’anah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Demak dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini melalui dunia pendidikan dan penguatan pengelolaan sampah berbasis desa. Komitmen tersebut disampaikan saat menyerahkan Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025 kepada lima sekolah di Kabupaten Demak, di Grhadika Bina Praja, Selasa (6/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Eisti’anah menyerahkan secara simbolis penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI kepada SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Karangtengah, SMPN 1 Mranggen, SDN Ngelowetan, dan SDN Krajanbogo. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi sekolah dalam menerapkan prinsip sekolah berbudaya lingkungan.
Menurut Eisti’anah, capaian tersebut tidak lepas dari komitmen kolektif seluruh warga sekolah dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
“Penghargaan Adiwiyata bukan sekadar simbol. Ini adalah hasil kerja keras guru, siswa, dan kepala sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah harus menjadi teladan perubahan,” ujar Eisti’anah.
Lebih lanjut, Bupati Demak menegaskan bahwa program Adiwiyata sejalan dengan kebijakan nasional pengelolaan sampah tuntas hingga tingkat desa melalui penguatan TPS3R. Oleh karena itu, dalam momentum yang sama, Pemerintah Kabupaten Demak juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah kepada sejumlah desa dan bank sampah.
“Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup, bahwa sampah harus selesai di desa. Di Demak, kami telah menetapkan Desa Tempuran sebagai pilot project. Harapannya, desa-desa lain dapat mengikuti langkah serupa,” tegasnya.
Bupati Eisti’anah berharap sekolah penerima Adiwiyata dan desa penerima bantuan dapat menjadi role model dalam pengelolaan lingkungan, tidak hanya di lingkup lokal tetapi juga secara regional.
“Kami ingin sekolah dan desa menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Jika kesadaran ini tumbuh sejak dini dan didukung sistem yang baik, maka persoalan sampah bisa ditangani secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang konsisten, Bupati Demak Eisti’anah menegaskan bahwa pembangunan lingkungan hidup bukan hanya agenda teknis, melainkan investasi jangka panjang demi kualitas hidup masyarakat Demak di masa depan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)
















