Di sela-sela kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Inggris, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, melaksanakan rangkaian diplomasi pendidikan yang berfokus pada penguatan jejaring akademik global. Seluruh agenda diplomasi pendidikan tersebut dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia London dan melibatkan diaspora Indonesia, profesor, peneliti, serta mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Inggris.
Dalam kunjungan tersebut, Mendiktisaintek didampingi oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, serta Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri, Oki Earlivan Sampurno. Kehadiran delegasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Atase Pendidikan dan Kebudayaan London, serta jajaran staf KBRI London.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jamuan makan siang dan diskusi bersama perwakilan University of Cambridge. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas peluang kerja sama pendidikan tinggi dan pengembangan riset bersama (joint research) antara institusi pendidikan Indonesia dan Inggris. Pembahasan difokuskan pada penguatan kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta pengembangan kemitraan kelembagaan yang berkelanjutan guna mendorong kemajuan sains dan teknologi di kedua negara.
Agenda selanjutnya mempertemukan Mendiktisaintek dengan diaspora Indonesia, para peneliti, serta profesor yang bermukim di Inggris. Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif dengan mengulas berbagai inisiatif kolaboratif, antara lain penguatan program beasiswa, pengembangan skema dosen tamu (visiting professor), serta perluasan kerja sama riset dan pengajaran dengan perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan ini menegaskan peran strategis diaspora Indonesia sebagai jembatan pengetahuan dan inovasi global dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Rangkaian diplomasi pendidikan ditutup dengan dialog bersama mahasiswa penerima BPI di London yang berasal dari berbagai universitas ternama di Inggris. Dialog tersebut menjadi ruang aspiratif bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, pengalaman akademik, serta masukan konstruktif terkait pengelolaan program beasiswa dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia ke depan. Beragam perspektif yang disampaikan diharapkan menjadi umpan balik penting bagi perumusan kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam memperkuat diplomasi pendidikan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional. Melalui kolaborasi internasional yang bermakna dan berkelanjutan, Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar semakin berdaya saing di tingkat global.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)













