Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemprov Kaltim Luruskan Insiden Kunker Gubernur ke Kubar–Mahulu: Tidak Ada Korban, Agenda Tetap Berjalan

Perjalanan menuju wilayah pedalaman Kalimantan Timur (Kaltim) kerap menyajikan tantangan yang tak terduga. Pemprov Kaltim meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait insiden dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur saat melintasi jalur darat menuju ke Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu pada 6–8 Januari 2026.

Meski sempat mengalami insiden kecil pada salah satu kendaraan rombongan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban serta memastikan seluruh agenda kerja untuk meninjau pembangunan bagi masyarakat tetap berjalan sesuai rencana hingga selesai.

- Advertisement -

Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah, yang berada langsung dalam kendaraan tersebut, menceritakan kondisi di lapangan. Saat melintas di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Acacia Andalan Utama (AAU), rombongan dihadapkan pada karakter jalan tanah kepasiran dengan debu yang sangat tebal.

“Kondisi jalan saat itu berdebu dengan karakter tanah kepasiran, sehingga jarak pandang sangat terbatas. Meski demikian, kecepatan kendaraan kami tidak lebih dari 40 kilometer per jam karena di depan ada pengawal dan kondisi jalan memang tidak memungkinkan melaju cepat,” jelas Irhamsyah.

- Advertisement -

Akibat pandangan yang terhalang debu pekat, kendaraan yang ditumpanginya bersama seorang staf dan sopir sempat terperosok ke parit jalan logging karena adanya penyempitan di area jembatan kayu. Namun, Ia memastikan bahwa kabar yang menyebut kendaraan masuk ke sungai adalah tidak benar dan murni dipengaruhi kondisi alam serta karakter jalan kawasan HTI.

“Alhamdulillah, seluruh penumpang dalam kondisi sehat walafiat, tidak ada cedera sedikit pun,” tegasnya.

Pasca kejadian, kendaraan yang mengalami insiden langsung dievakuasi. Meski secara teknis masih dapat hidup dan berjalan, rombongan memilih beralih ke kendaraan lain demi keamanan, sementara kendaraan tersebut dikirim ke Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah berganti kendaraan, kami tetap mengikuti agenda. Bahkan kami masih sempat menghadiri peresmian Ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang dan bertemu langsung dengan Bapak Gubernur hingga agenda makan siang,” tambah Irhamsyah.

*Bukan Sungai, Melainkan Parit Jalan Logging

Sementara itu, Meluruskan Disinformasi menanggapi ramainya potongan video dan informasi di media sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi.

ia menegaskan bahwa ramainya pemberitaan di media sosial cenderung tidak menggambarkan fakta secara utuh dan mengarah pada disinformasi. Insiden tersebut murni karena faktor alam dan kondisi medan yang berat, bukan karena kelalaian atau aksi berbahaya.

“Pak Irhamsyah selaku koordinator kunjungan telah menjelaskan secara rinci kronologis kejadian. Rute menuju Mahakam Ulu memang melalui Muara Jawaq, sebuah kampung di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, melewati jalan logging,” jelas Faisal.

Ia menerangkan, saat rombongan melintas, debu jalan cukup tebal hingga menutup pandangan pengemudi. Dari kondisi tersebut, kendaraan mengalami insiden dan masuk ke parit besar akibat penyempitan di jembatan kayu logging, bukan ke sungai sebagaimana yang ramai diberitakan di media sosial.

“Kami mengingatkan bahwa kecepatan menyampaikan berita memang penting, tetapi akurasi dan fakta tidak kalah penting. Jangan memperkeruh suasana dengan judul-judul bombastis hanya demi menarik perhatian pembaca,” tegasnya.

Faisal juga mengapresiasi media yang telah melakukan konfirmasi langsung kepada narasumber. Menurutnya, hal tersebut merupakan praktik jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab.

“Klarifikasi ini kami sampaikan agar rekan-rekan dan masyarakat dapat melihat langsung kondisi Pak Irhamsyah dan mendengar penjelasan langsung bahwa beliau dalam kondisi baik dan tetap mengikuti seluruh rangkaian kunjungan,” ujarnya.

Kunjungan kerja awal tahun 2026 ini memang difokuskan Gubernur Kaltim untuk melihat langsung hasil pembangunan tahun anggaran 2025 baik yang dibangun oleh Pemprov Kaltim maupun melalui bantuan keuangan kepada kabupaten/kota. Salah satu titik krusial yang ditinjau adalah jalur strategis Bongan–Sotek yang diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat hingga 1,5 jam.

Faisal menambahkan, insiden kecil di jalur logging ini justru menjadi gambaran nyata betapa pentingnya pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah.

” Pemerintah hadir untuk memastikan konektivitas wilayah pedalaman semakin baik dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Tantangan medan yang kami lalui adalah realitas yang dihadapi warga sehari-hari, dan itulah alasan mengapa percepatan konektivitas wilayah terus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan ke jalur Bongan–Sotek, yang dinilai sebagai jalur strategis karena mampu memangkas waktu tempuh hingga sekitar satu setengah jam.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru