Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah daerah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak banjir. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan hak pendidikan peserta didik tetap terpenuhi meskipun aktivitas belajar mengajar secara tatap muka terhambat akibat cuaca ekstrem.
Menurut Lalu Hadrian, proses pembelajaran tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, penerapan PJJ menjadi solusi sementara yang relevan di tengah situasi darurat seperti banjir.
“Walaupun hujan lebat dan banjir melanda, pembelajaran tidak boleh berhenti. Pemerintah daerah yang menerapkan PJJ bagi sekolah terdampak banjir patut diapresiasi karena tetap mengutamakan keberlangsungan pendidikan,” ujar Lalu Hadrian, Senin (26/1/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan PJJ sangat bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana pendukung, khususnya perangkat pembelajaran dan kualitas jaringan telekomunikasi. Menurutnya, pembelajaran daring tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan teknologi yang memadai.
“PJJ tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan sarana pembelajaran yang baik. Perangkat belajar dan jaringan internet harus benar-benar disiapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Lalu Hadrian meminta dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk memastikan seluruh sarana pembelajaran dapat diakses dengan baik oleh guru maupun peserta didik. Ia juga mendorong adanya koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, sekolah, dan pihak terkait agar tidak ada siswa yang tertinggal akibat keterbatasan fasilitas.
“Dinas pendidikan dan sekolah harus aktif memastikan kesiapan sarana pembelajaran, serta melakukan pendampingan agar PJJ dapat berjalan dengan efektif dan merata,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah memberlakukan kebijakan PJJ yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 9/SE/2026, sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta terkait kondisi banjir di sejumlah wilayah.
Kebijakan serupa juga diterapkan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menginstruksikan kepala sekolah di wilayah terdampak banjir untuk sementara waktu melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyebutkan terdapat 37 sekolah yang terdampak dan menjalankan PJJ, terdiri dari 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 27 Sekolah Dasar (SD).
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)














