Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bersama Komisi XIII DPR RI meninjau pengembangan program ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal, Rabu (11/2). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung pemanfaatan lahan produktif sebagai bagian dari pembinaan warga binaan sekaligus kontribusi pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan nasional.
Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Lapas Terbuka Kendal dikembangkan sebagai pusat kegiatan produktif berbasis pertanian, perikanan, dan peternakan. Dari total proyeksi pengembangan seluas 92,5 hektar, sekitar 60 persen lahan telah dimanfaatkan secara aktif untuk berbagai komoditas, mulai dari melon premium, budidaya udang dan ikan salin, hingga peternakan bebek, sapi, dan kambing, dengan dukungan kemitraan strategis bersama Rejo Farm sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan pengelolaan program ketahanan pangan.
Menteri Imipas menegaskan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi upaya dalam memastikan program pembinaan berbasis usaha produktif terus berjalan. Upaya tersebut sekaligus mendukung Program Prioritas Nasional yang turut memberdayakan Warga Binaan.
“Tadi juga disampaikan oleh pihak Rejo Farm bahwa fungsi sosial kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Artinya, mudah-mudahan ini bisa memberikan kontribusi kepada Warga Binaan kami dan juga kepada masyarakat sekitar,” ungkap Menteri Imipas.
Dalam kesempatan tersebut, ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menuturkan bahwa Lapas tidak boleh lagi dipandang sebagai beban negara. Pemasyatakatan saat ini telah bergerak mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kalau quote unquote selama ini Lapas dianggap sebagai beban. Nah, ini kita boleh berharap, dari Lapas-lah kemudian masa depan Indonesia kita kembalikan kejayaannya, dari pertanian, dari tangan beliau-beliau ini. Jadi kami sangat optimis, apalagi ini melibatkan banyak sekali universitas dan penggiat,” ujar Willy.
Melalui optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus berupaya mewujudkan program pembinaan berbasis usaha produktif. Kemenimipas berfokus menghasilkan iklim usaha produktif yang mampu memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)













