Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan SDM Kemenpora untuk Pembangunan Olahraga Nasional

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menyatakan dukungannya terhadap komitmen penguatan kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola olahraga nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Penyelarasan penataan kelembagaan Kemenpora diarahkan agar lebih akuntabel, efektif, serta adaptif terhadap dinamika pembangunan olahraga nasional. Penguatan kelembagaan menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas layanan olahraga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset dan kawasan olahraga.

- Advertisement -

Dalam pertemuan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (24/02/2025), Rini menegaskan bahwa reformasi kelembagaan akan berdampak langsung pada peningkatan profesionalisme pengelolaan aset dan layanan keolahragaan.

“Diharapkan langkah penataan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan aset dan layanan keolahragaan,” ujar
Rini.

- Advertisement -

Kemenpora mengemban mandat peningkatan kesejahteraan atlet, penguatan cabang olahraga menuju olimpiade, serta penguatan ekosistem pembinaan olahraga nasional. Presiden telah memberikan arahan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga terkait pembangunan Pusat Olahraga Nasional yang mencakup akademi olahraga, fasilitas asrama, sarana latihan terpadu, serta layanan kesehatan atlet.

Pelaksanaanya juga termasuk memastikan atlet muda tetap memperoleh pendidikan yang baik di tengah pelatihan intensif.

“Arahan tersebut menjadi landasan strategis perlunya penataan kelembagaan yang lebih kuat, adaptif, dan profesional, agar pengelolaan aset dan layanan olahraga mampu mendukung pembinaan atlet secara menyeluruh,” jelasnya.

Pemerintah menetapkan fokus pembinaan olahraga nasional pada 21 cabang olahraga (cabor) unggulan sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya saing Indonesia di level dunia. 21 cabor tersebut tercantum dalam revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2026.

“Intinya Bapak Presiden menginginkan kami mempersiapkan atlet dari sekolah, pengembangan pendidikan, dan dana pensiunnya. Jadi kami memayungi atlet dari awal berkarier hingga pensiun,” jelas Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Dengan adanya bonus demografi, Kemenpora memiliki peran preventif menjaga kesehatan generasi muda untuk mencegah isu masalah kesehatan di masa mendatang.
“Tentu kaitannya dengan 21 cabor olah raga ini tidak hanya prestasi tapi memasyarakatkan olah raga dan membangun karakter bangsa,” ungkapnya.

Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat menjadi upaya fundamental untuk menciptakan bangsa yang sehat, bugar, produktif, dan berkarakter unggul. Melalui aktivitas fisik rutin sejak dini, maka akan menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, kerja sama, dan tanggung jawab, yang pada akhirnya memperkuat persatuan serta daya saing generasi muda.

Erick menekankan bahwa mandat yang dijalankan juga menjunjung transparansi dan akuntabilitas. Pelaksanaanya harus memiliki Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama dan prinsip money follow program.

Money Follow Program (MFP) adalah prinsip penganggaran yang menekankan alokasi anggaran berdasarkan prioritas program atau kegiatan yang berdampak langsung. Konsep ini memastikan dana mengalir pada kegiatan prioritas untuk mencapai kinerja yang efektif dan efisien.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru