Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Kepala Bappeda Kaltim, Muhaimin menjelaskan konsultasi publik ini merupakan bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang bersifat partisipatif.
“Forum ini bertujuan menyerap saran, masukan, dan gagasan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan RKPD 2027,” ujarnya.
Penyusunan RKPD terbagi dalam lima tahapan besar, yakni tahapan perencanaan awal, tahap rancangan Musrenbang, tahap rancangan akhir, dan penetapan. Pasca dilaksanakannya Forum Konsultasi Publik ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan penajaman program dan kegiatan pada Renja perangkat daerah melalui Forum Lintas Perangkat Daerah.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa konsultasi publik menjadi momentum penting untuk memastikan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak langsung dan adil bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan, seperti pertumbuhan ekonomi Kaltim 2025 yang tetap positif di angka 4,53 persen, meski menghadapi tekanan global. Kendati demikian, Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan lain yang perlu mendapat perhatian serius. Mulai dari angka kemiskinan yang mencapai 5,17 persen, tingkat pengangguran 5,18 persen, hingga stunting 22,2 persen.
Menurutnya, data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, serta perluasan lapangan kerja.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, serta tanggapan dari DPRD dan pemangku kepentingan lainnya sebelum ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil konsultasi publik.
Melalui forum ini, diharapkan arah pembangunan Kaltim 2027 semakin matang, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












