Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

3 Strategi Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Optimis Indonesia Bisa Bangkit

SuaraPemerintah.id – Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman meyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki tiga strategi target pertumbuhan ekonomi yakni kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi khusus Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

“Berharap dengan tiga Strategi itu perekonomian Indonesia bisa bangkit,” tandas Fadjroel, Kamis (8/7/21).

- Advertisement -

Selain itu, Fadjoel mengungkapkan bahwa Indonesia akan bangkit kembali pada awal tahun depan. Meski saat ini pandemi Covid 19 masih terjadi di Indonesia. Harapan itu tentunya akan terelaisasi jika semua stakeholder bersama-sama bersatu dalam membangun perekonomian Indonesia. Dirinya percaya, jika strategi pemerintah berhasil mendongkrak kelompok kecil dan menengah, maka hal itu akan berbuah kesejahteraan sosial-ekonomi seperti sebelumnya.

“Sampai saat ini Presiden Jokowi masih menetapkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5-7 persen pada 2021. Mengingat kecenderungan ke arah positif pada awal kuartal 2022,” bebernya.

- Advertisement -

Di ketahui, pada tahun lalu Indonesia berada di level atas untuk negara berpendapatan menengah atas dengan (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar USD 4.050 per kapita. Kini Indonesia turun peringkat menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income). Hal ini didasarkan pada laporan Bank Dunia, dimana Gross National Income (GNI) Indonesia hanya mencapai USD 3.979 per kapita.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, hal tersebut tidak mengherankan karena kondisi ekonomi Indonesia yang dilanda pandemi Covid-19. “Itu sudah bisa diperkirakan sejak 2020 karena ekonomi Indonesia menurun akibat pandemi. Posisi Indonesia juga cukup berat keluar dari jebakan kelas menengah,” kata Bhima.

Bhima menambahkan, Indonesia akan tetap menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah dan tidak akan bisa menjadi negara berpendapatan atas di tahun 2045 jika tidak mengubah struktur ekonominya. Saat ini, Indonesia masih memiliki struktur ekspor yang dominan bahan baku dan barang setengah jadi.

(drs)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru