SuaraPemerintah.ID – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencetak penjualan sebesar Rp 17,7 triliun hingga Juli 2021, naik 44,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
KRAS mencatat laba bersih sebesar Rp 609 miliar hingga Juli 2021. KRAS hingga semester I 2021 mencatat lonjakan laba bersih 601,3% atau menjadi Rp 475 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 67 miliar.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan tren peningkatan positif tetap terjadi di masa pandemi dan Juli 2021 yang merupakan periode PPKM diberlakukan secara berlanjut.
“Penjualan Krakatau Steel juga meningkat 44,1%. Hingga periode Juli 2021, KRAS berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 17,7 triliun,” ujar Silmy dalam keterangan resminya, Jumat (27/8/2021).
Bukan hanya itu, hingga Juli 2021 nilai penjualan ekspor perseroan juga meningkat 515% menjadi sebesar Rp 1,98 triliun.
Menurut Silmy, produk hot rolled coil dan hot rolled plate masih menjadi produk utama yang diekspor KRAS ke berbagai negara Eropa seperti Portugal, Spanyol, Italia, Jerman, dan Belgia. Termasuk Malaysia dan Australia.
Inisiasi peningkatan ekspor menjadi bagian strategi Krakatau Steel untuk membantu kinerja penjualan produk baja Krakatau Steel di masa pandemi.
Di samping meningkatkan kinerja dari sisi penjualan, perseroan juga berupaya melakukan efisiensi secara berkelanjutan. Hasilnya, efisiensi mampu menurunkan kembali fixed cost hingga 19% dan variable cost hingga 11% di tahun 2021.
“Kami berupaya menjaga tren peningkatan kinerja ini dapat terus positif. Ke depan, kami akan terus mengembangkan pangsa pasar ekspor lebih luas lagi,” tutur Silmy.


.webp)


















