SuaraPemerintah.ID –Â Saat ini Pemerintah memiliki program tol laut dalam memperlancar arus transportasi angkutan barang dan orang sehingga dapat menghubungkan konektivitas antarpulau lebih efisien. Program ini sudah dilakukan sejak 2015. Hingga saat ini, sudah ada 106 pelabuhan masuk dalam jalur trayek tol laut. Lalu bagaimana penerapannya saat ini?
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi membeberkan, pemerintah terus berupaya memanfaatkan potensi sumber daya kelautan, membangun transportasi laut dan infrastruktur pelabuhan. Hal ini disertai dengan pembangunan industri maritim, termasuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat.
“Salah satu pencapaian yang bisa dirasakan oleh masyarakat adalah berjalannya program tol laut secara masif. Sehingga konektivitas antar wilayah Indonesia, khususnya bagian timur terwujud dan disparitas harga bisa ditekan, hingga pemerataan ekonomi daerah terpencil,” tutur Budi Karya dalam keterangan resmi, Jumat (24/9/21).
Maka dalam hal ini, Budi mengajak seluruh pihak untuk melakukan berbagai langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan industri maritim. Sehingga cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat tercapai.
Indonesia memiliki 5,9 juta kilometer persegi area yuridis laut, dari 90 persen lalu lintas perdagangan dunia melalui jalur laut, di mana 40 persen melewati perairan Indonesia.
Direktur Kesatuan Penjaga Laut Pantai (KPLP) Kemenhub, Ahmad memaparkan, pada 2021, penyelenggaraan angkutan laut di seluruh Indonesia meliputi tol laut sebanyak 30 trayek, angkutan subsidi PSO Pelni 26 trayek, kapal perintis 118 trayek, dan kapal ternak enam trayek.
“Tantangan yang dihadapi dalam membangun sektor transportasi laut adalah adanya disparitas harga antara wilayah Indonesia, konektivitas, biaya logistik, dan pendanaan,” tutupnya.


.webp)












