spot_img

BERITA UNGGULAN

Istri Kaops Polda Jabar Meninggal Saat Olahraga Lari di Gunung Papandayan

SuaraPemerintah.ID – Istri dari Kaops Polda Jabar dikabarkan meninggal dunia saat sedang melakukan olahraga lari di Gunung Papandayan, Jawa Barat. Melansir dari video YouTube unggahan Jala Jalaludin, terlihat sang istri sedang berlari menanjak di jalan setapak Gunung Papandayan.

Dalam video berdurasi 2 menit 24 detik itu, menunjukan istri Kaops Polda Jabar berlari dengan normal sebelum video beralih menunjukan sang istri terkapar dan sedang menerima bantuan dari tim medis.

- Advertisement -

Sejumlah anggota medis berusaha menolong istri Kaops Polda Jabar dengan memberikan inhaler kepadanya. Namun, setelah beberapa lama melakukan upaya penyelamatan, nyawa sang istri sudah tidak tertolong.

Dugaan sementara menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat kekurangan asupan oksigen saat berlari di daerah Gunung Papandayan.

- Advertisement -

Hingga saat ini masih belum ada keterangan resmi dari pihak Humas Polda Jabar mengenai kabar meninggalnya istri dari Kaops Polda Jabar.

Untuk antisipasi hal serupa, berikut Tips Persiapan Trail Running bagi Pemula:

Bagi Anda ingin olahraga di track pegunungan, perlu persiapan matang. Sebab, bila tak ada persiapan, tidak menutup kemungkinan bakal mengalami cedera, bahkan kematian.

Fandhi Achmad, atlet trail running Indonesia memberikan tips dengan cara perlu latihan serius untuk menggeluti trail running. Apalagi jika ingin mengikuti lomba lari kategori ekstrem ini.

Fandhi menyarankan agar memperbanyak latihan lari di gunung untuk beradaptasi dengan medan atau arena outdoor. Selain lari di gunung, pelari juga harus latihan fleksibilitas. Jenis latihan ini merupakan gerakan dasar, seperti peregangan otot.

Peregangan kerap kali disepelekan, padahal memiliki manfaat penting. Apalagi untuk olahraga ekstrem yang rentan cedera, latihan fleksibilitas wajib dilakukan.

“Biasanya latihannya hanya lari saja, padahal selain lari harusnya diimbangi dengan latihan lain, relaksasi seperti renang, latihan fleksibilitas, kemudian latihan penguatan otot-otot,” kata juara lari lintas alam kategori 100 kilometer Gunung Rinjani ini, seperti dilansir dari kompas.com.

Selain latihan, para trail runner juga perlu menyiapkan perlengkapan. Fandhi mengatakan perlengkapan lari lintas alam tak serupa dengan road running atau biasa disebut lari marathon.

Perbedaannya mulai dari sepatu yang wajib memiliki grip di bagian bawah sepatu untuk mengantisipasi medan berat.

“Untuk lari di tanah, lumpur dan berbatu kalau pakai sepatu road running yang flat biasanya lebih licin dan tak bisa menapak,” jelas Fandhi.

Untuk pakaian diperlukan jenis baju lari hangat. Sebab, untuk trail running, terutama di gunung, salah satu tantangannya adalah cuaca dingin. Kemudian, peserta trail running juga memerlukan tas seperti rompi.

Tas itu berisi makanan, head lamp, jaket, dan obat-obatan. Isi dari tas itu memiliki fungsi vital, misalnya energy bar untuk sumber energi, senter untuk dipakai di malam hari, jaket untuk menahan hujan dan dingin, serta obat-obatan sebagai antisipasi saat cedera.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru