spot_img

BERITA UNGGULAN

Gubernur DKI Mengundang Inggris dalam kerja sama MRT hingga EBT

SuaraPemerintah.ID – Indonesia dan Inggris membahas kemungkinan perluasan kerja sama di sektor transportasi dan energi ramah lingkungan.

Di bidang transportasi, Indonesia membuka peluang bagi Inggris untuk terlibat lebih jauh dalam proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Anne-Marie Trevelyan di Jakarta, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengundang Inggris untuk ikut serta dalam pembangunan koridor MRT fase berikutnya, perencanaan, desain, teknis, serta penguatan kapasitas SDM MRT Jakarta.

- Advertisement -

Saat ini, kerja sama sudah dilakukan dengan Crossrail International, konsultan di bawah Departemen Transportasi Inggris yang menawarkan saran strategis kepada klien yang mengembangkan skema kereta api yang kompleks.

“Kami menyambut baik potensi kerja sama dengan Inggris terkait pengembangan koridor MRT,” katanya dalam siaran pers, Kamis (24/2/2022).

- Advertisement -

MRT Jakarta saat ini mengoperasikan fase 1 dengan jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Perusahaan sedang membangun fase 2A yang meliputi jalur Bundaran HI-Stasiun Kota. Setelah fase 2A rampung, MRT akan mengerjakan fase 2B Stasiun Kota-Ancol Barat. Selanjutnya, perusahaan berencana menggarap fase 3 (Ujung Menteng-Kalideres) dan fase 4 (Fatmawati-TMII).

Sementara itu, di bidang energi, Trevelyan menyoroti pentingnya kerja sama yang berkaitan dengan pencapaian tujuan netral karbon, di mana Inggris memimpin dengan upaya transisi infrastruktur dan produksi energi untuk beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, pada sektor energi baru terbarukan, Indonesia bisa mencapai lima kali lipat dari kapasitas produksi saat ini. Indonesia bisa menjadi negara adidaya dalam energi bersih dan perusahaan Inggris dapat membantu menghadirkan teknologi inovatif di bidang seperti energi arus laut (tidal) dan hidrogen.

Namun, Trevelyan melanjutkan, Indonesia memiliki persyaratan konten lokal (tingkat kandungan dalam negeri/TKDN) yang berpotensi menjadi disinsentif bagi bisnis. Hal itu akan menjadi salah satu bahan diskusi dengan Pemerintah Indonesia.

“Memikirkan bagaimana setidaknya dalam jangka pendek Indonesia dapat mengurangi [hambatan itu] atau mencari cara bagi bisnis Inggris untuk masuk sehingga dapat membantu mengembangkan industri di sini,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Inggris siap memaksimalkan perdagangan dengan Indonesia, terutama setelah penandatanganan Joint Economic and Trade Committee (JETCO).

Nilai perdagangan Inggris dan Indonesia mencapai 2,6 miliar poundsterling, setara hampir Rp60 triliun. Namun, capaian ini seharusnya bisa lebih tinggi.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru