SuaraPemerintah.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Jepang berinvestasi di proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru, Nusantara di Kalimantan.
“Ke depannya Indonesia mengharapkan partisipasi Jepang dalam proyek-proyek infrastruktur seperti di Ibu Kota Nusantara dan juga untuk Ambon Port,” ungkap Jokowi dalam konferensi pers usai menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, Jumat (29/04).
Jokowi juga menyambut baik pembangunan infrastruktur dari Jepang, yakni kelanjutan proyek Pelabuhan Patimban fase 1 tahap 2 serta penyelesaian proyek infrastruktur yang berjalan seperti MRT Jakarta. Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi ekspansi perusahaan otomotif Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi yang akan menjadikan Indonesia sebagai hub otomotif.
“Tapi saya juga berharap adanya tambahan investasi baru Jepang di bidang lain terutama di bidang energi, industri semen, teknologi pertanian, dan kesehatan dan menjadikan Indonesia menjadi bagian penting dari global supply chain industry asal Jepang,” ungkapnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio menegaskan kembali komitmen negaranya dalam membantu Indonesia dalam hal kerja sama transisi. “Jepang membantu Indonesia dalam hal dekarbonasi dan transisi energi yang sesuai dengan kondisi dan situasi negara setempat,” kata PM Kishida.
Menurut Kishida, sebagai mitra strategis, sudah sewajarnya Indonesia dan Jepang terus bekerja sama dalam menangani isu-isu berskala global dan isu era baru, termasuk di antaranya transisi energi.
Transisi energi tersebut menjadi langkah penting dalam merealisasi netralisasi karbon atau carbon neutral dan perkuatan jaminan keamanan energi. “Selain itu, bersama Indonesia, kami mendorong konsep komoditas nol emisi di Asia yang saya prakarsai,” ujar Kishida.
Terlebih lagi, Indonesia yang saat ini memegang Presidensi G20 menetapkan transisi energi sebagai salah satu isu prioritas dalam melaksanakan peran tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengharapkan percepatan realisasi dan tindak lanjut kerja sama transisi energi antara kedua negara. “Saya mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi terbarukan seperti hidrogen, biomassa dan metanol,” kata Jokowi.
Indonesia dan Jepang sebelumnya telah menginisiasi kerja sama awal transisi energi melalui Memorandum of Cooperation (MoC) tentang Realization of Energy Transitions yang diteken Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Arifin Tasrif dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hagiuda Koichi pada Januari 2022.
MoC tersebut berisikan penyusunan peta jalan transisi energi menuju emisi bersih berdasarkan target nasional masing-masing negara, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling dan CCS/CCUS.
Kemudian MoC tersebut juga merupakan kesepakatan kedua negara untuk mendukung upaya dalam forum multilateral guna mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia dan berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.
Selain kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, dalam lawatannya ke Indonesia, Kishida juga dijadwalkan untuk meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Sabtu (30/04).
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan delegasi Jepang adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.


.webp)










