Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Nama-nama Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan. Dimana Saja?

SuaraPemerintah.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan nama-nama tokoh Betawi sebagai nama jalan di Jakarta, Senin (20/06). Menurut Anies, tokoh Betawi memiliki peran besar terhadap persatuan kebangsaan Indonesia.

“Dari Betawi dilahirkan begitu banyak pribadi yang hidupnya memberikan kemajuan,” ujar Anies, Senin (20/06) dilansir dari kompas.com. Ia mengatakan, penggunaan nama tokoh Betawi merupakan apresiasi atas peran para tokoh tersebut dalam perjalanan Kota Jakarta.

- Advertisement -

Anies menambahkan, penamaan sebuah jalan dipastikan memiliki makna besar dan sejarah. Termasuk terhadap beberapa tokoh Betawi yang namanya diabadikan menjadi sebuah nama di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mematenkan nama-nama tokoh Betawi tersebut sebagai nama jalan menggantikan nama jalan yang sudah ada sebelumnya.

Berikut nama-nama baru di beberapa jalan di Jakarta yang menggunakan nama tokoh Betawi.

- Advertisement -

Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya) di sekitar kawasan Condet, Jakarta Timur.

Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya) di sekitar kawasan Jatinegara dan Cipinang, Jakarta Timur.

Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus) di sekitar kawasan Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Jalan Haji Bokir Bin Dji’un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede) di sekitar kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.

Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu) di sekitar kawasan Munjul Cipayung, Jakarta Timur.

Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT sisi barat) di sekitar kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Jalan Haji Roim Sa’ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat) di sekitar kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Jalan K.H. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur) di sekitar kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Jalan K.H. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi utara), di sekitar kawasan  Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Jalan Bang Pitung (sebelumnya Jalan Kebayoran Lama) di sekitar kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya) di sekitar kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya) di sekitar kawasan Utan Kayu, Jakarta Pusat.

Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5) di sekitar kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya) di sekitar kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76) di sekitar kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya sisi utara) di sekitar kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Jalan H.M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya sisi selatan) di sekitar kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII) di sekitar kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Jalan Mualim Teko (sebelumnya jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke) di sekitar kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat) di sekitar kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya) di sekitar kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang) di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang) di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Kampung Kebudayaan Betawi Setu Babakan

Kampung M.H. Thamrin (sebelumnya bernama Zona A).

Kampung K.H. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan).

Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B).

Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C).

Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio).

Nama Gedung

Gedung Kisam Dji’un (sebelumnya Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Timur) di Jl. H. Naman, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Gedung H. Sa’aba Amsir (sebelumnya Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Selatan) di Jalan Asem Baris, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anies juga mengatakan, bahwa penggantian nama jalan, kawasan dan gedung tersebut akan dilakukan dalam beberapa tahap. “Perlu saya sampaikan di sini bahwa nama-nama yang berjasa amat banyak. Kami akan mengerjakan secara gelombang, ini adalah satu gelombang awal dan nanti harapannya semua mereka yang bejasa bisa punya catatan di kota ini,” pungkasnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru