Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana terus memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Salah satunya dilakukan Universitas Teuku Umar (UTU) dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya, Rabu (17/12/2025).
Tim tanggap darurat bencana UTU yang melibatkan dosen dan mahasiswa menyalurkan berbagai bantuan ke wilayah Pantai Cermin, Aceh Barat. Bantuan tersebut meliputi tandon air, pompa air, genset, serta bahan pangan untuk mendukung kebutuhan dasar warga. Bantuan difokuskan pada enam desa dengan kondisi terparah dari total 13 wilayah terdampak, yakni Desa Ketambang, Desa Djambak, Desa Lawit, Desa Langung, dan Desa Pulo Tengah.
Selain di Aceh Barat, tim UTU juga menyalurkan bantuan logistik ke Desa Tripa, Kabupaten Nagan Raya. Bantuan yang diberikan mencakup perlengkapan sekolah, kebutuhan bayi dan perempuan, perlengkapan sanitasi, serta bahan pangan. Penyaluran ini menjadi bentuk kehadiran negara melalui perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat bencana, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto, yang secara resmi melepas penyaluran bantuan tersebut, menegaskan bahwa Program PKM Tanggap Darurat Bencana dirancang untuk mendukung respons cepat dosen dan mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak.
“Dengan dukungan program PkM Tanggap Darurat Bencana ini diharapkan penanganan darurat dari perguruan tinggi dapat dilakukan secara terencana, terukur, dan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Direktur Heri.
Sementara itu, Ketua Tim PKM Tanggap Darurat Bencana UTU, Herri Darsan menjelaskan bahwa kebutuhan paling mendesak di lapangan adalah air bersih. Oleh karena itu, bantuan difokuskan pada sarana pendukung penyediaan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Oleh karena itu, bantuan yang kami salurkan difokuskan pada penyediaan tandon air, pompa, dan genset agar dapat langsung dimanfaatkan oleh warga dan nantinya akan kami bantu untuk proses pemasangan,” jelas Herri Darsan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dimulai dengan asesmen lapangan, distribusi bantuan awal, hingga pemasangan sarana air bersih di desa-desa yang terdampak paling parah. Tim PKM bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan mahasiswa, dan dosen untuk memastikan bantuan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui program ini, Kemdiktisaintek mendorong peran aktif perguruan tinggi sebagai garda terdepan tanggap bencana sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang tidak hanya dalam bidang pendidikan dan riset, tetapi juga dalam penanganan persoalan kemanusiaan.
Kemdiktisaintek juga melaksanakan Program PkM untuk pengiriman tenaga medis dan tenaga kesehatan dari perguruan tinggi beserta kebutuhan logistik medis melalui koordinasi dengan BNPN dan Dinas Kesehatan. Diharapkan, kolaborasi antara kementerian, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












