spot_img

BERITA UNGGULAN

Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan, Pemkot Ajak Warga Bersatu Hadapi Tantangan Kota

Peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan Tahun 2026 menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kota Pekalongan untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf bersama wakilnya, Hj Balgis Diab saat talkshow di Radio Kota Batik (RKB) Pekalongan, Selasa siang (31/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, usia 120 tahun bukanlah usia muda, melainkan fase kematangan yang menuntut refleksi dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menyebutkan, peringatan Hari Jadi tahun ini digelar secara sederhana tanpa kemewahan, namun tetap sarat makna.

- Advertisement -

“Tidak ada kado khusus, rangkaian kegiatan juga sederhana, seperti khataman Al-Qur’an 30 juz, istighosah, rapat paripurna DPRD, bazar pangan murah, hingga ziarah ke makam para mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan. Ini sebagai pengingat bagi ASN dan masyarakat agar mengenal para tokoh pendahulu,” tutur Aaf.

Ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pembangunan kota. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan, seperti pengelolaan sampah, banjir, rob, hingga infrastruktur jalan yang rusak.
Salah satu contoh kolaborasi yang berhasil, lanjutnya, adalah penataan kawasan salah satu Taman di Kelurahan Kali Baros yang sebelumnya dikenal kumuh dan menjadi tempat pembuangan sampah. Kini, kawasan tersebut telah disulap menjadi taman yang lebih tertata dan bermanfaat bagi warga.

- Advertisement -

“Keberhasilan ini berkat peran RT/RW, lurah, camat, anggota DPRD, dan masyarakat. Harapannya, ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kota Pekalongan masih menghadapi tantangan serius, terutama bencana banjir akibat cuaca ekstrem dan rob. Bahkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 260 warga yang mengungsi di beberapa titik, termasuk di eks Kelurahan Kraton Kidul, akibat jebolnya tanggul di wilayah Pabean.

Wali Kota Aaf mengapresiasi solidaritas masyarakat yang turut bahu-membahu bersama Pemkot, TNI, Polri, dan stakeholder lainnya dalam penanganan darurat. Ia memastikan kebutuhan logistik para pengungsi telah terpenuhi dengan baik.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot telah mengusulkan penguatan Sungai Bremi dengan anggaran sekitar Rp37 miliar pada tahun 2026. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah telah meninjau langsung lokasi tanggul yang jebol dan meminta percepatan perbaikan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp194 miliar, Pemkot tetap berkomitmen memprioritaskan pelayanan dasar kepada masyarakat. Program sosial seperti bantuan sosial (bansos), Universal Health Coverage (UHC), dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipastikan tidak dihapus.

Namun demikian, sejumlah sektor pembangunan mengalami penyesuaian anggaran. Di antaranya, anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) yang turun dari sekitar Rp40-50 miliar menjadi Rp8 miliar, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dari Rp80-100 miliar menjadi sekitar Rp30 miliar.

“Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Setiap tahun pasti ada refleksi, dan beban pemerintah juga semakin berat. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Pemkot juga membuka peluang kerja sama investasi, bersama 3 kabupaten lainnya yakni Kabupaten Pemalang, Batang, dan Pekalongan, termasuk dengan investor asal China, dalam pengembangan program Waste to Energy (pengolahan sampah menjadi energi listrik) yang direncanakan berlokasi di sekitar Exit Tol Kota Pekalongan. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di Kota Pekalongan.

Wali Kota Aaf pun mengajak masyarakat di wilayah sekitar, seperti Kali Baros, Sokoduwet, dan Setono, untuk mendukung program tersebut demi keberhasilan bersama.

“Momentum Hari Jadi ke-120 ini diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mendorong pembangunan Kota Pekalongan yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan,”harapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, menambahkan bahwa, pengelolaan sampah menjadi salah satu isu krusial yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Pemerintah tetap hadir, tetapi tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan sampah berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda Kota Pekalongan yang jumlahnya semakin dominan. Menurutnya, generasi muda merupakan harapan besar dalam mewujudkan masa depan kota yang lebih baik.

“Teruslah berinovasi, berkreativitas, dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing. Jadilah agen perubahan. Kami percaya, di tangan generasi penerus, Kota Pekalongan akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru