Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang di pimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dalam paparannya, Mendes Yandri menyampaikan aspirasi dari tingkat desa bahwa kepala desa dan pengurus KDKMP agar dilibatkan atau dijadikan manajemen pelapis di dalam operasionalisasi KDKMP.
Sehingga, nanti ketika KDKMP sudah berjalan dua tahun dan di lepas oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, desa dan pengurus koperasi desa sudah siap untuk meneruskan berjalannya KDKMP.
Oleh karena itu, Mendes Yandri mengusulkan jika dalam waktu dekat KDKMP-KDKMP yang sudah siap untuk beroperasi ini bisa disosialisasikan terlebih dahulu secara virtual, sehingga para kepala desa hingga pengurus KDKMP mengetahui kapan operasionalisasi ini dimulai dan barang apa saja yang akan masuk ke desa hingga manajemen KDKMP.
“Desa-desa yang menjadi awal operasionalisasi (KDKMP) itu, kepala desa sama pengurus koperasinya saya kira wajib kita ajak bicara dan itu bisa melalui Zoom. Kami dari Kemendes PDT siap memfasilitasi untuk mengajak kepala desa, pengurus koperasi desa untuk sama-sama satu pemahaman,” ungkap Mendes Yandri.
“Karena keberhasilan Kopdes ini tentu ya ruh perjuangannya mesti terasa juga ditingkat desa, mau warganya, kepala desanya, BPDnya pengurus Kopdesnya. Kalau mereka tidak merasa memiliki saya kira sulit akan ini tercapai,” sambung Mendes Yandri.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa koordinasi lintas K/L akan terus dilakukan guna mempercepat operasionalisasi KDKMP di seluruh Indonesia.
Saat ini, lanjut pria yang akrab disapa Zulhas ini, setidaknya sudah tersedia 35.408 titik lahan yang sudah siap dibangun, sebanyak 25.625 titik dalam proses pembangunan dan sudah 5.714 titik KDKMP selesai dibangun.
“Ini (KDKMP) program unggulan, program yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ini memang harus kita tuntaskan tahun ini, agar dampaknya Kopdes bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Zulhas.
Zulhas menargetkan pada bulan Juni-Juli 2026 setidaknya sudah ada 30.000 KDKMP yang sudah beroperasi. Sehingga pada 2027 KDKMP adanya KDKMP bisa memberikan dampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Nantinya, KDKMP tidak hanya menjadi off taker, menyuplai bahan baku SPPG, menjadi pangkalan LPG, agen Pupuk serta menjadi tempat distribusi bantuan sosial. Harapannya, KDKMP akan menjadi pusat perekonomian di desa-desa seluruh Indonesia.
“Kalau 30.000 Kopdes selesai pada Juni-Juli ini, pada 2027 manfaat adanya Koperasi Desa itu sudah mulai terasa pada publik, sekarang ini memang belum, karena belum selesai, maka kami setiap pekan akan rapat terus untuk menyelesaikan ini,” ujar Zulhas.
Turut hadir dalam rakor ini yakni Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, serta pejabat K/L terkait lainnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)













