Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan melalui optimalisasi kelompok dasawisma sebagai ujung tombak pemberdayaan di tingkat rumah tangga.
Penguatan tersebut dilakukan melalui penilaian Lomba Dasawisma Berprestasi tingkat provinsi tahun 2026 yang sekaligus menjadi sarana evaluasi dan pembinaan berkelanjutan bagi gerakan PKK di daerah.
Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumbar, Dianita Maulin Vasko, menegaskan bahwa dasawisma memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta persiapan yang telah dilakukan. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menggerakkan program PKK secara nyata di lapangan,” ujarnya di Pasaman Barat, Kamis (23/4/2026).
Menurut Dianita, kegiatan ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK secara terarah dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan lapangan, tim penilai melakukan verifikasi terhadap inovasi, pelaksanaan program, serta keberlanjutan kegiatan dasawisma di tingkat nagari.
Dasawisma dinilai memiliki fungsi penting sebagai basis data keluarga sekaligus pelaksana program, mulai dari kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
Asisten III Setdakab Pasaman Barat, Harlina Syahputri, menegaskan bahwa gerakan PKK selaras dengan arah pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)















