spot_img

BERITA UNGGULAN

Lagi Ngehits Ketjeh Resto, Wisata Air dan Kuliner Unik Buatan BUMDes Wangen

SuaraPemerintah.id – Sejak dibuka pada 6 Desember lalu, Ketjeh Resto semakin ngehits dan viral. Wisata kuliner di Desa Wangen, Polanharjo, Klaten, Jawa tengah, ini menjadi wisata yang unik karena memadukan kuliner dengan wisata air.

Ketjeh Resto dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Wangen yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Gagasan membangun restoran berkonsep wisata air ini bermula untuk memanfaatkan lahan kas desa yang dinilai tak produktif. Jadilah Ketjeh Resto sebagai salah satu wisata unik yang semakin banyak dikunjungi.

- Advertisement -

Saking banyaknya air, lahan tersebut hanya bisa ditanami kangkung dan cenil. Guna memberikan nilai plus, lokasi tersebut dirombak menjadi Ketjeh Resto. Meski demikian, pengelola masih menyisakan sedikit lahan agar masih ada tempat untuk menanam kangkung atau pun cenil.

“Ketjeh Resto ini bagian dari upaya memanfaatkan aliran mata air juga. Di Jateng, konsep seperti ini baru di Ketjeh Resto. Antusias pengunjung lumayan banyak, baik dari Jateng atau pun di luar Jateng. Lantaran masih pandemi, kami masih membatasi dengan sistem open-close. Jika tempat duduk penuh, kami tutup sementara. Dalam sehari, kami bisa melayani 4 x 360 orang,” kata Pengelola Ketjeh Resto Wangen, Arif Widiyono.

- Advertisement -

Sesuai namanya, Ketjeh Resto yang baru soft opening, Minggu (6/12/2020) mencoba memadukan konsep wisata air dan kuliner dalam satu lokasi. Ketjeh sendiri diambil dari bahwa Jawa ‘keceh’ atau bermain air. Jadi selain menyantap makanan dengan meja makanan seperti di restoran pada umumnya, pengunjung juga bisa sekaligus keceh alias bermain air.

Pengunjung tidak perlu khawatir aliran air yang berasal dari mata air bagian hulu Desa Wangen itu bakal meluap. Debit air selalu dikontrol agar tingginya di kisaran 5 cm. Saat hujan turun pun, debit air tetap dikontrol dengan ketinggian 10-15 cm. Kondisi air di sana diyakini berkualitas baik karena berasal dari mata air, sehingga tak akan membikin gatal-gatal di kulit.

Dilengkapi Fasilitas Wisata Sunah

Restoran ini luasnya mencapai 500 meter persegi. Adapun total lahan kas desa yang disiapkan mendukung kompleks wisata tersebut mencapai 10 hektare.

Selain restoran, di sekitar lokasi Ketjeh Resto juga dilengkapi fasilitas wisata lainnya. Ada fasilitas berkuda dan memanah yang biasa disebut wisata sunah.

Afdol Ajib mengatakan di kompleks Ketjeh Resto disediakan 17 ekor kuda. Di samping itu disediakan area memanah jarak pendek, jarak panjang, endurance, dan archery battle. Ke depan pengelola juga tengah menyiapkan fasilitas mini water boom, ATV, perahu kuni, dan wisata air lainnya.

Ketjeh Resto buka dari pukul 8.30 WIB hingga  16.30 WIB. Setiap pengunjung yang datang diharuskan membayar uang parkir kendaraan. Begitu masuk, tinggal pilih mau berkuda, memanah, atau makan. Tarif berkuda Rp15.000 untuk dua kali putaran. Di luar itu, jika sudah mahir ada paket Rp50.000-Rp200.000. Sedangkan tarif memanah senilai Rp15.000 untuk enam anak panah atau Rp50.000 selama satu jam.

Kebanyakan pengunjung yang datang mengetahaui Ketjeh Resto dari berita viral yang tersebar di media sosial. Selain itu wisata ini memang menawarkan konsep baru dalam menikmati kuliner dan berwisata. Pemandangan di sana juga sangat bagus untuk dijadikan tempat berswafoto

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru