Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Ridwan Kamil: Saya Jaga Pancasila. Radikalisme Harus Dilawan!

SuaraPemerintah.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pernah menuliskan di akun Instagramnya bahwa ia akan selalu menjaga Pancasila dan melawan radikalisme di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan ketika menanggapi komentar netizen yang menyinggung soal radikalisme di postingan akun Instagramnya.

“Hendaknya Ridwan Kamil tidak mendukung kadrun dan harus memberantas radikalisme,” tulis akun @fabregol di kolom komentar Instagram Ridwan Kamil.

- Advertisement -

Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil pun menanggapi komentar tersebut. Kang Emil menuliskan bahwa dirinya selalu menjaga Pancasila dan menyatakan untuk melawan radikalisme.

“Saya akan selalu jaga Pancasila. Radikalisme harus dilawan. Dikotomi Cebong-Kadrun harus dilawan. Keadilan harus dibela,” tulis Kang Emil.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Kang Emil juga menceritakan bagaimana kakeknya yang dulu dipenjara Belanda dan dimusuhi DI/TII. Bukan hanya kakeknya, pakdenya juga dibunuh PKI.

“Dulu Kakek saya dipenjara belanda dan dimusuhi DI TII, Pakde saya meninggal dibunuh PKI. NKRI dan Pancasila adalah jalan ninja keluarga kami,” tulis Kang Emil melanjutkan komentarnya.

Di tulisan tersebut ada beberapa poin yang dikemukakan Kang Emil, yaitu mengenai dirinya yang menjunjung Pancasila. Kemudian ia juga menyatakan untuk melawan segala bentuk radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, Kang Emil menginginkan untuk tidak ada dikotomi terhadap berbagai kelompok dengan berbagai istilah yang disematkan netizen.

Soal radikalisme Kang Emil telah membuat sejumlah program di Jawa Barat untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya radikalisme bisa muncul akibat faktor ekonomi dan idelogi. Untuk mengatasinya tentu harus dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.

“Untuk yang lemah ekonomi bisa menjadi faktor munculnya kebencian. Karena itu kami lakukan pendekatan ekonomi melalui program-program untuk peningkatan ekonomi umat,” ungkapnya.

Sedangkan radikalisme yang muncul dari ideologi, Kang Emil mengatasinya dengan melakukan banyak dialog dengan mereka.

“Misalnya di Inggris, berdiskusi dengan Yahudi, Kristiani, dan lain-lain. Kita menghormati perbedaan, jadi nyaman ngobrolnya, masing-masing pun bisa menceritakan. Poin saya, (cara) memberantas radikalisme yang datang dari ideologi ini adalah dengan memperbanyak dialog,” tuturnya.

Di komentarnya, Kang Emil juga menyinggung soal keadilan. Ia kemudian membuat postingan tentang pemimpin yang harus bisa berlaku adil.

“Tiap hari sebagai pemimpin, saya mencoba berlaku adil. Sebuah nilai yang tidak mudah karena adil juga adalah relatif. Pemimpin adil masuk surga duluan, pemimpin tidak adil juga masuk neraka duluan,” tulisnya di akun @ridwankamil.

Kang Emil menyampaikan bahwa nalar dan spiritual harus berada pada satu frekuensi sehingga segala keputusan yang diambil tidak ditunda-tunda dan dilakukan dengan adil. Namun Kang Emil juga menyadari bahwa tidak semua keputusan yang diambil bisa menyenangkan semua pihak.

“Dan hidup mengajarkan, apapun keputusan yang diambil tidak akan pernah bisa menyenangkan semua pihak. Karena hidup tidak seindah drama korea. Semoga semua bisa mengambil hikmahnya,” tutur Kang Emil

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru